Posts

Showing posts from July, 2017

Yujidilan

Kali ini aku akan bercerita tentang dia yang mengubah cara pandangku terhadap dunia, bahwa bahagia tak selalu perihal sebuah persamaan namun perihal bagaimana menyatukan banyak perbedaan. Dia yang dengan cara sederhananya mampu menyerap habis seluruh perhatian tanpa harus membuatku mengubah duniaku sendiri. Dia yang dengan segala kelebihannya berani mengakui sisi lemahnya namun juga tetap berbesar hati menerima kekuranganku. Garis wajahnya menegaskan sebuah keyakinan, bahwa tak ada yang perlu kukhawatirkan bila menyerahkan separuh duniaku untuk diisi olehnya. Senyum simetris itu, hidung mancung, dengan kedua bola mata cokelat serta alis tebalnya, sungguh aku tak berdusta jika berkata bahwa tak pernah ada rasa bosan untuk terus memandangnya. Bahu jenjang dengan dadanya yang begitu bidang seolah menawarkan banyak kehangatan sekaligus perlindungan. Bagaimana bisa aku menolak? Dan genggaman eratnya pada sela-sela jemariku, ah, rasanya aku begitu yakin untuk sepenuhnya menjadikan dia tuju…

Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta

Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta Kau melihat langit membentang lapang Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta Aku melihat nasib manusia Terkutuk hidup di bumi Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek Dan kemauan mereka yang panjang
Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung Bersusah payah terbang Mencari tempat sembunyi dari mata peluru para pemburu
Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri
Ketika ada yang bertanya tentang cinta Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata Atau cukup ketidaksempurnaan kita?



—Sebuah Puisi dari Aan Mansyur

Kosong

Dulu memandang kedua mata itu rasanya meneduhkan
Tiada tempat lain yang ingin dituju selain hanya kembali kesana
Lalu tiba-tiba sinarnya meredup
Tak kutemukan lagi seberkas bayang di sana
Kosong
Seperti menjelma asing yang tak pernah kujamah
Mungkin telah memandang ke arah yang berbeda
Tapi, harus kubuang kemana asaku?