March 23, 2017

Perihal Menggenapi

Aku bisa melihatmu, di sudut ruang itu. Tawamu mampu menyerap perhatianku begitu saja. Sayang, aku tak pernah tahu kebahagiaan apa yang sudah mengundang tawamu sedemikian menyenangkan.
Aku bisa melihatmu, kau berdiri di sana. Di bawah pohon yang tak begitu rindang, kau berjalan menuju tempatku melambaikan tangan. Senyum hangat tersimpul di sudut bibirmu. Sayang, rasanya aku masih belum menemukan bagian yang hilang dari sana.
Dulu, kau adalah seutuh-utuhnya bagian yang menggenapiku. Tanpa aku harus meminta, hadirmu saja sudah mampu memenuhi bagian kosong dariku. Tapi kini, ada sebagian ruang kosong yang aku sendiri tak tahu kemana perginya. Segala hal tentangmu masih saja mampu menyerap seluruh radarku agar berpusat padamu, tapi kenapa kau tak lagi menggenapiku seperti dulu? Pudarkah rasamu?

No comments: