Posts

Showing posts from March, 2017

Memilihmu Akan Selalu Menyenangkan

Aku memilihmu atas segala macam perasaan yang tumbuh di dalam dada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang berusaha melemahkanku. Karena ku yakin, hadirmu mampu menguatkanku dalam situasi apapun. Aku memilih buta. Aku memilih tuli. Aku memilih tidak peduli pada perkataan mereka yang menginginkanku untuk tidak mencintaimu. Memangnya, apa hak mereka? Mereka hanyalah segelintir orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tak pernah paham bahwa sesungguhnya kebahagiaan hadir lewat hal-hal sederhana. Denganmu, aku mampu untuk selalu tersenyum. Meski tak selalu indah, tapi kau mampu meyakinkanku bahwa kita akan tetap kuat jika menjalani duka itu bersama. Memilihmu adalah hal yang ingin kukenang sebagai keputusan terbaik dalam hidupku. Meski kadang yang ku dapat tak selalu hal-hal baik. Akan ada banyak air mata, akan ada banyak amarah, akan muncul berbagai emosi yang kita keluarkan, tapi aku percaya, kita tak akan kalah. Tak mengapa jika aku harus melalui segala kesulitan itu bersamamu. Jadi, …

Bukankah Tuhan Selalu Mahir Dalam Urusan Pemulihan?

Dan lagi, hujan kali ini membawaku pada ingatan tentangmu. Sudah lama tak kudengar kabarmu. Sudah lama sapa yang selalu buat pipiku merah merona menghilang, seakan menguap begitu saja di udara. Aku dan secangkir cokelat panas dalam sore ini. Yang dulu kita nikmati bersama dengan manis tanpa suara, kini seakan terasa getir bergelayut di lidah. Entah ada di belahan dunia mana kau saat ini. Atau sedang bertarung memperjuangkan mimpi yang seperti apa, lihatlah masa laluku. Aku merindukanmu. Tentang harapan yang dulu pernah sama-sama kita kumpulkan dan perjuangkan. Tentang rindu yang dulu selalu dengan mudah bisa ku sampaikan. Tentang cinta yang selalu mengarah pasti pada satu hati yang kini seperti tak punya perasaan. Aku menyimpannya rapi dan tak pernah berniat membaginya pada siapapun. Aku juga sama sekali tak pernah berniat membuangnya. Hanya kututup semampuku. Meski sesekali dia terbuka begitu saja tanpa permisi. Masih nyata kurasa setiap desirnya. Saat tanganmu mengusap lembut kepal…

Perihal Menggenapi

Aku bisa melihatmu, di sudut ruang itu. Tawamu mampu menyerap perhatianku begitu saja. Sayang, aku tak pernah tahu kebahagiaan apa yang sudah mengundang tawamu sedemikian menyenangkan. Aku bisa melihatmu, kau berdiri di sana. Di bawah pohon yang tak begitu rindang, kau berjalan menuju tempatku melambaikan tangan. Senyum hangat tersimpul di sudut bibirmu. Sayang, rasanya aku masih belum menemukan bagian yang hilang dari sana. Dulu, kau adalah seutuh-utuhnya bagian yang menggenapiku. Tanpa aku harus meminta, hadirmu saja sudah mampu memenuhi bagian kosong dariku. Tapi kini, ada sebagian ruang kosong yang aku sendiri tak tahu kemana perginya. Segala hal tentangmu masih saja mampu menyerap seluruh radarku agar berpusat padamu, tapi kenapa kau tak lagi menggenapiku seperti dulu? Pudarkah rasamu?

Fly To The Sky

Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu. Saat pertama kali bertemu, tak ada yang asing. Kau seperti dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita bersama lagi? Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, sejak perpisahan kita dulu, aku selalu percaya kau akan menemukanku seperti saat ini. Kau akan selalu menggenapkan rinduku yang separuh.