Denganmu, Aku Kembali Jatuh Cinta


Langit masih kelabu. Titik-titik air pun kian terasa menyejukkan.
"Dingin." Ucapku sambil meniup telapak tangan yang terkepal erat.
Tiba-tiba kau menarik jemariku. Menggenggamnya erat di antara kedua tangan hangatmu.
Aku diam. Memandang senyummu yang hanya berjarak satu jengkal di hadapanku. Jika boleh, aku ingin memelukmu saat ini juga. Jika boleh, aku ingin merasakan bagaimana detak jantungmu di sana. Apakah sama gemuruhnya denganku?
Menemukanmu ternyata jauh lebih menyenangkan daripada bermain pasir di tepi pantai, mencari kerang di sepanjang pasir putih, atau membangun istana pasir di bawah gerimis yang manja.
Tak banyak yang bisa kulakukan selain berharap waktu mampu melambat agar aku bisa menikmati hangat senyummu lebih lama lagi.
Sebentuk rasa pun tumbuh di sana. Jauh di luar dugaan, aku mengingkari janjiku sendiri untuk tak mencintaimu. Tapi, siapa yang bisa disalahkan atas suatu hal klise bernama cinta?
Denganmu, aku kembali jatuh cinta. Denganmu, aku bisa kembali menuliskan banyak puisi cinta. Denganmu, aku ingin berhenti menerka perjalanan, karena takdir Tuhan terlalu indah untuk diterka. Sekalipun untuk aku yang terlalu banyak menerka.
Menemukanmu kembali ternyata merupakan sebuah definisi bahagia yang sangat sederhana. Hingga aku bisa merasa yakin begitu saja tanpa terlalu banyak jika. Menemukanmu adalah perihal percaya kepastian janji Tuhan. Karena menemukanmu barangkali adalah jawaban atas hati yang telah rela pada apapun yang diberikan Tuhan.

Comments