November 10, 2016

Andai Aku Bisa

Jika memang pada akhirnya jalan yang kita lalui harus menapak arah berbeda, biar doaku selalu menjagamu hingga kau mencapai titik lelah.
Pintu-pintu langit penuh harap akan selalu mendampingi jejakmu, mengiringi setiap langkah dengan penuh elegi.
Aku tak ingin merusak takdir Sang Ilahi dengan mendustakan segala nikmat-Nya.
Meski melepaskanmu sama dengan merobek hatiku.
Aku tetap akan menjadi pulangmu.
Meski jika nanti kau terlalu lama kembali, mungkin aku telah mengubur setiap asa menjadi kenangan.
Namun hadirmu akan selalu kujadikan nyata dalam setiap baris-baris roman.
Mencuatkan rasa yang kandas, ikhtiar menyembuhkan luka seorang gadis penuh cinta.
Seringkali pikirku membangun khayal, andai aku bisa terus mengenggammu di sini, mungkin risau takkan mampu menjengkali.
Andai kau datang kembali pun, keinginanku masih tetap jawab yang sama, hadirmu yang kekal di sini.
Lalu bilamana ingatan lampau tentang kita menghalau kakiku yang terseok, izinkan aku sejenak merapal doa dalam sujud terakhir.
Agar hati selalu menjadi benteng terkuat iman yang kujaga.

No comments: