Posts

Showing posts from September, 2016

Bagi Rindu, Tak Ada Kata Terlambat

seseorang sengaja menulis puisi untukmu sebagai upaya paling sederhana agar kau bisa tetap hidup dalam ingatannya seseorang sengaja menulis puisi bertemakan namamu sebagai upaya paling sederhana agar kau tahu bahwa ia sedang merindukanmu
mungkin waktu sudah berlalu cukup jauh saat kau membaca puisi itu mungkin seseorang sudah cukup lama menuliskan namamu di sana tapi nyatanya, kau sama sekali tidak terlambat karena bagi rindu, tak ada kata terlambat meskipun ia membekas cukup hebat nyatanya rindu bisa bertahan lekat
biarkan kopi saja yang tumpah rinduku jangan karena kopi hanya butuh cerita tapi rindu butuh pertemuan
pada bait yang kesekian pun kau masih menjadi nama yang ingin dituliskan oleh seseorang tak lekang namamu akan selalu ada dalam puisi-puisi itu

Aku Mencintainya Sejak Hari Kemarin, Dan Hari Yang Telah Lalu, Hingga Hari-Hari Berikutnya

Kadang, aku menentang perasaanku sendiri. Menganggap kehadirannya salah, menganggap bahwa ia bukanlah orang yang tepat.  Aku berpikir, mungkin ini tidak akan lama. Mungkin nanti, jika memang bukan ia yang ditakdirkan, hidupku akan kembali seperti semula, seperti sebelum aku mengenalnya. Sayangnya, aku keliru. Kadang, aku melawan kata hatiku sendiri. Bukan, bukan berarti karena aku tidak mencintainya. Tapi rasa ketakukanku ternyata masih cukup besar. Bagaimana aku bisa bertahan jika nanti ia pergi saat hatiku sedang cinta-cintanya? Bukan, bukan perasaanku yang berlebihan. Tapi mungkin, aku sedang berada di ambang batas perasaan takut kehilangan dirinya. Bagaimana aku bisa menjalani hari-hariku seperti saat sebelum aku menjalaninya bersama dia? Kadang, aku memang merasa sulit menerima kenyataan bahwa ia berasal dari masa lalu yang sama sekali tidak pernah kuharapkan. Dengan semua kenyataan yang ia ungkapkan, kadang aku berpikir dunia ini tidak adil. Begitu banyak hal yang kujaga dalam …