August 22, 2016

Kabar-Kabar Yang Dibawa Hujan

Ada kabar yang dibawa hujan dalam pekatnya malam.
Tentang rindu yang melayang tak tentu arah, tentang rasa yang mulai goyah karena keraguan.
Ada berita yang dibawa hujan bersama derasnya rintik.
Menabrak genting-genting rumah tua yang mulai keropos, memercik pohon-pohon gersang yang hampir kehilangan asa untuk bertahan hidup.
Lalu ada surat-surat cinta yang tertahan untuk disampaikan.
Disimpan lembar demi lembar setiap harinya, dibiarkan usang hingga kertasnya menguning dan tinta mulai memudar.
Terlalu lama. Hujan datang terlalu lama. Hingga banyak harap yang menguap sia-sia. Padahal ceritanya belum usai, padahal alur-alur itu sudah dirangkai.
Ada kabar yang dibawa hujan bersama sambaran petir-petir menakutkan. Seperti ketakutan yang meraba dalam gelap. Menyukai hujan, tapi takut dengan petirnya. Logika macam apa itu?
Bukannya berita dan cerita tak akan selamanya mulus? Harus ada halilintar yang menggema hingga memecah tebing-tebing ego. Harus ada kilat-kilat yang menyilaukan hingga petir datang membelah tanah penuh kebohongan.
Ada banyak kabar yang dibawa oleh hujan. Tentang rindu-rindu jambu yang katanya akan sampai lewat lantunan doa. Puitis sekali bukan?
Ada banyak suka dan duka yang mengiringi kabar hujan malam ini. Tentang doa, tentang asa, tentang kamu.

No comments: