Posts

Showing posts from August, 2016

Kabar-Kabar Yang Dibawa Hujan

Ada kabar yang dibawa hujan dalam pekatnya malam.
Tentang rindu yang melayang tak tentu arah, tentang rasa yang mulai goyah karena keraguan.
Ada berita yang dibawa hujan bersama derasnya rintik.
Menabrak genting-genting rumah tua yang mulai keropos, memercik pohon-pohon gersang yang hampir kehilangan asa untuk bertahan hidup.
Lalu ada surat-surat cinta yang tertahan untuk disampaikan.
Disimpan lembar demi lembar setiap harinya, dibiarkan usang hingga kertasnya menguning dan tinta mulai memudar.
Terlalu lama. Hujan datang terlalu lama. Hingga banyak harap yang menguap sia-sia. Padahal ceritanya belum usai, padahal alur-alur itu sudah dirangkai.
Ada kabar yang dibawa hujan bersama sambaran petir-petir menakutkan. Seperti ketakutan yang meraba dalam gelap. Menyukai hujan, tapi takut dengan petirnya. Logika macam apa itu?
Bukannya berita dan cerita tak akan selamanya mulus? Harus ada halilintar yang menggema hingga memecah tebing-tebing ego. Harus ada kilat-kilat yang menyilaukan hingga p…

Mungkin Baik-Baik Saja

Di saat aku merasa tertarik dengan segala hal, aku sekaligus merasa bosan dengan hal-hal itu. Di saat aku sama sekali tidak tertarik dengan hal apapun, aku sekaligus merasa bahwa hidupku juga tidak menarik. Aku mencoba melihat ke sekeliling, kadang, berusaha mengembalikan rasa syukurku sendiri. Tidak, aku masih bersyukur untuk setiap udara yang kuhirup, untuk setiap pagi yang kuawali dengan doa, untuk setiap masalah yang kuhadapi seharian, untuk setiap makanan yang dapat kunikmati, untuk setiap malam yang bisa kudapatkan di atas ranjang empuk, untuk beberapa teman yang masih tinggal, untuk pasangan yang kini menemaniku. Hanya saja, terkadang aku ingin merasakan kehidupan yang lain. Menjadi seseorang yang lain dengan ragaku saat ini. Aku baik-baik saja. Ya, I'm strong enough to pretend that everything's okay. Aku mungkin baik-baik saja dengan diriku yang sekarang. Mencoba berdamai dan bersahabat dengan apa saja yang ingin menjatuhkanku. Tapi terkadang aku juga tidak baik-baik s…

Akhirnya Kau Hilang

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana.
Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh. Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah.
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong. Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota seperti perpustakaan raksasa yang meleleh. Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara, dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang.
Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal. Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar. Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu. Tidak sopan, katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan.
Akhirnya kau hilang. …

Aku Menemukannya Kembali

Kertas kosong itu kembali berwarna. Satu per satu barisan huruf mulai terisi di sana. Dulu, aku bisa menemukan banyak imajinasi dari hal-hal sederhana sekali pun. Hujan di pagi hari, guguran daun yang jatuh terbawa angin, ramainya kota yang membelah malam di bawah rayuan lampu-lampu jalan, percakapan asing di tengah perjalanan menuju halte dan masih banyak lagi sumber inspirasi yang tak pernah putus-putusnya menemuiku. Aku sempat kehilangan alasan untuk menulis. Semakin kucoba semakin hilang. Aku pernah merasakan bagaimana menjadi orang yang diam seperti batu. Tidak mampu mengekspresikan segala macam perasaan dalam hati. Sedih, bahagia, haru, marah, semuanya hanya tersimpan dalam sunyi yang tiba-tiba saja merajai duniaku. Rasanya seperti kehilangan akal. Aku hanya bisa mendengar dan membaca bagaimana orang lain bisa dengan mudah menuliskan hari yang dilaluinya, bagaimana orang lain menciptakan karakter baru dalam berbagai cerita pendek, bagaimana orang lain menggubah syair-syair inda…

Kita Perlu Menyesal

Kita hidup di masa penuh penyesalan. Dimana orang-orang mulai sering bertindak sebelum memikirkan dengan matang, mulai sering berucap tanpa memikirkan akibatnya.
Kita hidup di masa penuh kebohongan.
Begitu banyak kebohongan yang dibangun menyerupai benteng pertahanan untuk menyembunyikan aib masing-masing. Begitu banyak kebohongan yang ditutupi untuk mencari pembelaan, pembenaran atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Lalu sebenarnya, sampai dimana ketenangan akan terasa dengan cara seperti itu?
Kesalahan terus dilakukan tanpa memikirkan dampaknya, sampai penyesalan datang berbondong-bondong di penghujung hari.
Berapa banyak hati yang sudah tersakiti?
Berapa banyak kata-kata tajam yang sudah melukai orang lain?
Berapa banyak tabiat buruk yang sudah dipupuk hari kemarin?
Entah apakah semesta masih menyisakan tempat untuk orang-orang seperti itu atau tidak.
Kehidupan berjalan seperti roda yang terus berputar, karena ia bundar, setiap sisi akan merasakan keadaan yang sama.
Lalu kelak, kit…

H-22!

H-22! Tidak terasa sebentar lagi saya akan menyandang usia 20 tahun, yang kata orang merupakan awal dari titik balik di masa peralihan remaja menuju dewasa. Dan menurut saya, hal itu memang benar Mulai muncul kecemasan-kecemasan yang tidak beraturan dalam pikiran saya. Mulai sering hadir kekhawatiran tentang masa depan, akan jadi seperti apa saya di 5 tahun mendatang? Bagaimana pendidikan saya nantinya? Bagaimana saya akan mengakhiri masa lajang? Seperti apa calon pendamping hidup saya nanti? Apakah saya mampu menjadi istri sekaligus ibu yang baik? Dan sepertinya kecemasan semcama itu bukan hanya saya rasakan seorang diri, tapi juga banyak teman-teman sepermainan yang memikirkan hal serupa. Bahkan sudah ada beberapa di antara mereka yang sudah siap memasuki jenjang pernikahan di tahun depan, meskipun belum menyelesaikan bangku kuliah. Kadang saya berpikir, mungkinkah ia yang menjadi pendamping saya kini, adalah orang yang tepat untuk mendampingi saya hingga masa tua dan akhir hayat n…