April 20, 2016

Jangan Sengaja Pergi Agar Dicari, Jangan Sengaja Lari Agar Dikejar

Di saat kamu merasa sendirian, lalu datang seseorang yang dengan tulus ingin menemanimu, kenapa kamu justru mengabaikannya? Kamu ingin tahu bagaimana rasanya diabaikan? Coba bayangkan bagaimana rasanya mengejar seseorang yang begitu kamu cintai, lalu ia mengabaikanmu. Sakit, bukan? Apa kamu sanggup merasakannya sendirian?
Kita tidak pernah tahu sebesar dan sedalam apa perasaan orang-orang yang mencintai kita. Karena toh, kita sendiri pun tidak akan pernah mengungkapkan secara langsung seberapa utuh perasaan kita pada orang yang kita cintai. Tapi terkadang, ego menyisip, membentuk sepercik rasa “gengsi” untuk mengakui bahwa kita mencintainya.
Di saat kamu merasa membutuhkan bahu untuk bersandar atau bahkan sebuah pelukan hangat yang bisa sedikit mengurangi beban dan meredakan tangismu, lalu datang seseorang yang dengan sukarela menawarkannya padamu, akankah kamu terus menolaknya hanya karena perasaanmu yang tidak sepenuhnya ditujukan pada orang tersebut?
Mengejar yang lari, mencari yang hilang, berjuang untuk yang sebenarnya tak ada… semua itu begitu melelahkan. Karena yang pernah ditinggalkan pasti paham bagaimana rasanya dikecewakan. Dan yang pernah meninggalkan pasti mengerti bagaimana rasanya penyesalan. Semoga tidak ada penyesalan jika suatu saat mereka yang kamu anggap berlebihan dalam mencintaimu mulai membekukan hatinya. Bukan, tentu saja bukan karena tak lagi mencintai, terkadang orang-orang seperti itu lebih tulus dalam mengorbankan segala bentuk ego dan kesabarannya demi memberi jeda bahkan jarak untuk orang yang dicintai agar tidak merasa terbebani. Dengan kata lain, bisa saja suatu saat orang yang kamu anggap mencintaimu berlebihan lebih memilih diam, mundur dan menghilang perlahan. Biar saja diam menjadi pilihan terindah, karena resah mungkin belum saatnya menjadi kisah. Biar saja berpisah, saling mencari arah dan berpasrah. Karena Tuhan mungkin belum restu. Karena huruf-hurufmu belum sempat terurai menjadi perbuatan.

Jangan sengaja pergi agar dicari
Jangan sengaja lari agar dikejar
Berjuang tidak sebercanda itu

No comments: