Posts

Showing posts from March, 2016

Dariku, Yang Tidak Pernah Lelah Berjuang Memantaskan Diri Untukmu

Aku pernah mencoba dengan dia yang salah. Kamu pernah gagal menjelajahi labirin hatinya sampai kehilangan arah. Tapi bukankah setiap pagi selalu menawarkan kesempatan baru? Bukankah setiap orang berhak atas perjalanan yang lebih menjanjikan untuk dijalani kemudian? Demi kamu, aku rela menunggu. Demi kamu aku bersabar dan berjibaku untuk memantaskan diri. Hai kamu, yang juga sedang berjuang menahan diri. Apa kabar dirimu? Jika bisa, ingin rasanya kutawarkan tempat duduk di sisiku khusus untukmu. Ingin kupandang wajahmu lekat-lekat lalu bertanya, “Beratkah hari-harimu belakangan ini? Cukup menyenangkankah pekerjaan yang sedang kamu jalani sekarang? Atau kamu masih berkutat dengan lembaran skripsi yang membuatmu terjaga sampai dini hari?” Harapanku, semoga kamu dan kehidupanmu saat ini berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini. Kita adalah dua orang manusia yang boleh jadi dikatakan datang dari sisi kehidupan yang berbeda. Aku, si wani…

Jangan Mengejarku Untuk Menjadi Pacarmu, Aku Lebih Ingin Menjadi Ibu Dari Anak-Anakmu Kelak

Jika boleh jujur, kaki ini sudah lelah berjalan menjajal tanah yang berbeda. Jemariku juga mulai jengah digenggam tangan yang tak sama. Sudah tidak lagi kubutuhkan kencan romantis di malam Minggu atau kejutan anniversary berupa bunga di depan pintu. Sebab kini, masa depan jauh lebih penting dari semua simbol-simbol itu. Jika memang rasa kita bermuara pada titik yang sama, bolehkah kuminta satu hal saja padamu? Tolong jangan pinta aku untuk menjadi pacarmu, sebab wanita yang satu ini jauh lebih ingin menjadi ibu dari anak-anakmu. Drama tak penting dalam cinta sudah khatam kita alami sebelumnya. Bersamamu, bolehkah kujalani cinta yang lebih dewasa? Kita sudah sama-sama cukup mapan sebagai manusia. Aku tidak bicara soal rumah, mobil, deposito dan segala turunannya. Sebab kini kutahu perjalanan hidup tak melulu soal itu saja. Kamu dan aku adalah dua orang manusia yang sudah khatam dengan segala drama cinta. Tidak bisa move on sekian lama, menyalahkan diri sendiri karena kebodohan jatuh c…