November 7, 2015

Meski Hatinya Telah Patah

Untuk seseorang yang pernah mencintai dengan tulus, pernah menyayangi dengan sepenuh hatinya, pernah merindukan dan percaya dengan seluruh keyakinan yang ia punya, lalu tiba-tiba dikhianati, ditinggalkan saat jatuh hingga terpaksa mengobati lukanya sendiri, tentu tidak akan mudah untuk kembali mengenal cinta yang baru.
Baik lelaki, maupun perempuan.
Trauma itu ada, hanya saja, mungkin tak pantas untuk diucapkan lewat lisan.
Siapapun orangnya, tentu akan sulit untuk kembali percaya bahwa cinta selain kepada Tuhan dan keluarga, mampu benar-benar membahagiakannya. Cinta-cinta itu mungkin datang silih berganti di hadapannya, tapi ia tidak benar-benar bisa membuka hati untuk menerima.
Ia mungkin akan terus mencari, meskipun hatinya telah patah. Ia tak kenal lelah menunggu sampai datang cinta yang lain, yang mampu mengerti lukanya. Ia akan terus mencari sampai benar-benar menemukan pemilik hati sesungguhnya. Dengan langkah terseok, namun semangat yang tak pernah padam. Ia yakin Tuhan begitu baik. Menyiapkan kehidupan manusia dengan berpasang-pasangan.
Jangan berharap bahwa cinta akan selalu menjaga hatimu agar tetap baik-baik saja, itu salah. Cinta yang sesungguhnya adalah ketika ia telah mematahkan, lalu dengan bersungguh-sungguh kembali ingin menyatukannya kembali. Bekas pasti tertinggal, namun rasa sakit perlahan akan hilang bersama waktu.

No comments: