Rindu (Titik)

Ada perempuan yang sedang merindu
Rindu yang terlalu
Namun ada hal yang membuatnya bertahan dari mengumbar rindu
Yang belum tentu terbalaskan
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Tak pernah ia memaksa agar ia didengarkan semesta
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Ia bahkan tak peduli ini sudah hari apa
Rindunya tak pernah mengambil libur sementara
Rindunya bahkan tak kenal waktu
Ia tak kenal hari Minggu
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Dijelaskannya semua rasa hanya pada Yang Maha Kuasa
Ia percaya, bahwa permintaan selayaknya dikatakan pada Yang Maha Segala
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Karena ia selalu percaya doa-doa baik selalu lebih mulia dari permintaan temu yang memaksa
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Karena meski telah terlampau biru
Ia tetap merawatnya agar tak lekas kelabu
Rindu perempuan itu adalah rindu yang tabah
Karena meski diam saja
Sajadahnya mampu menampung ratusan tetes air mata





―Tia Setiawati

Comments