September 4, 2015

Nothing Last Forever

Nothing last forever.
Karena yang terdekat sekalipun pada akhirnya juga akan pergi.
Perlahan tapi pasti.
Mungkin tidak untuk semua orang, tapi untukku.
Yang paling diharapkan pun pada akhirnya hanya akan menjauh perlahan.
Mengejar asa dan cita masing-masing, menapaki jalan menuju arah masing-masing, merangkai hidup mereka sendiri.
Aku tidak tertinggal. Aku hanya berhenti sejenak. Memandangi punggung mereka yang menjauh. Melambaikan tangan ke arah langkah-langkah kaki yang menghilang di persimpangan sana.
Aku menikmati masa ini. Sendiri. Menikmati kepergian satu per satu yang mulai sulit kuhitung.
Nothing last forever.
Aku tidak mungkin menahan mereka, tidak mungkin memaksa untuk tetap tinggal.
Segalanya telah berubah. Bahkan yang terdekat pun kini sudah semakin sulit kugapai, hingga tak  ada lagi waktu bagiku untuk memandang senyum mereka, menggenggam jemari mereka, memeluk mereka atau bahkan sekadar bersandar pada bahu mereka saat aku benar-benar rapuh.
Nothing last forever.
Aku hanya bisa tersenyum. Menikmati masa jedaku beberapa saat.
Berusaha menyeka air mata karena sebab kehilangan.
Aku masih di sini, andai saja kalian berniat untuk menikmati masa jeda seperti yang kulalukan saat ini.
Andai saja kalian bersedia melihat ke belakang, walau hanya sekejap.
Sekadar bertukar sapa denganku, seorang sahabat yang melihat punggung kalian menjauh.

No comments: