August 28, 2015

Kampoeng Deli "Awak Poenya Waroeng"

Kali ini, kita bakal sedikit mengulas tentang salah satu restoran yang ada di kota Medan, Kampoeng Deli.
Buat kamu yang baru pertama kali mendengar istilah Kampoeng Deli, pasti bakal sedikit bingung.
Jadi, sebenarnya Kampoeng Deli itu apa ya?
Restoran? Atau semacam perkampungan?
Atau mungkin kumpulan bazar makanan?
Kenapa menggunakan nama Deli ya?
Apa penduduknya merupakan asli suku Melayu?
Seperti sedikit penjelasan di awal artikel tadi, Kampoeng Deli adalah sebuah restoran yang berdomisili di Kota Medan. Tepatnya di Jalan Kapten Muslim No. 75 Medan.
Restoran yang mulai beroperasional sejak 1 Januari 2015 ini memang baru seumur jagung, tapi kita pasti bakal berdecak kagum sejak pertama kali mengunjunginya.
Sedikit mengulas tentang sisi bersejarah Kampoeng Deli, restoran ini merupakan bentuk revolusioner dari sebuah rumah makan yang dulunya bernama Pondok Permata (est. Juli 2013).
Seiring berkembang pesatnya kehidupan masyarakat, tentu saja harus dibarengi dengan perkembangan wisata kulinernya yang inovatif.
Maka, Kampoeng Deli pun secara resmi mengadakan acara Grand Opening pada 25 Januari 2015 silam.



 
Restoran yang memiliki jargon "Awak Poenya Waroeng" ini memang dibangun dengan suasana kental tradisional Melayu, tapi bukan berarti tampilannya kuno dan nggak menarik ya.
Di sini kita bakal menemukan banyak perpaduan etnis-etnis khas Sumatera Utara seperti Melayu, Batak juga Karo.
Bisa dibayangkan dong betapa cemerlangnya ide tim kreatif dari Kampoeng Deli yang berani banting setir, mencampurkan perpaduan tradisional dengan pernak-pernak klasik juga modern?
Nggak hanya sekadar menawarkan berbagai kuliner, Kampoeng Deli juga berkontribusi besar dalam menambah pengetahuan kita. Hal itu bisa dilihat lewat banyaknya sejarah tentang Kota Medan, mulai dari tempat bersejarahnya hingga orang-orang legendaris yang pernah ada pada masanya masing-masing.
Ada sejarah tentang Sisingamangaraja XII, Tjong A Fie, Guru Patimpus, Titi Gantung, Perkebunan Tembakau, Kantor Pos, Istana Maimun, Putri Hijau dan Meriam Puntung, Masjid Raya Al Mashun, Tari Serampang 12, Tari Tor-Tor dan masih banyak lagi.


Uniknya, semua itu bisa kita ketahui secara gratis karena tertera dengan jelas pada beberapa meja tamu. Keren kan?
Selain suasana tradisional, Kampoeng Deli juga menawarkan suasana vintage atau retro yang bergaya jadul alias jaman dulu loh. Beberapa sudut ruangan bisa membawa kita kembali ke masa lampau, seperti "Pojok Selfie". Di mana terdapat sebuah sepeda motor khas Italia berjenis scooter, yakni Lambetta 125 cc yang diproduksi pada tahun 1962.
Mau selfie gratis bareng Lambretta? Ke Kampoeng Deli aja.
Nggak cuma berlatar belakang scooter khas Italia, kita juga bisa menikmati nuansa modern ketika memasuki Intan Meeting Room. Gimana? Masih berpikir panjang untuk datang ke Kampoeng Deli?
Sekarang, mari kita beralih mengulas beberapa menu khas dari Kampoeng Deli.
Namanya juga, khas Melayu. Menu makanan dan minuman pun tentu saja sangat kental dengan citarasa tersebut.
Pertama dan satu-satunya di Kota Medan. Cuma di sini kita bisa menikmati perpaduan gurihnya nasi sombam disajikan dengan pedasnya ayam mogap. Penasaran? Ini dia, Nasi Sombam Ayam Mogap, yang menjadi salah satu ikon menu andalan Kampoeng Deli.
Nggak cuma itu, ada juga Daging Podas Siti Payung yang bakal menggugah selera makan sejak pertama kali disajikan di atas meja.
Di bagian minuman, kita bisa menikmati menu andalan yakni Teh Sri Deli. Perpaduan antara jahe, sereh, kayu manis yang nggak cuma menyehatkan tapi juga menyegarkan. Masih ada Es Pantai Biru, Air Mata Pengantin, Laksamana Mengamuk, Es Tanjung Katung juga Es Merah Delima yang patut dicoba.





Dan yang paling nggak boleh ketinggalan saat mampir ke Kampong Deli adalah... cobain menu spesial berbahan dasar durian seperti Juke Durian, Es Campur Durian, Duvo alias Durian Avocado juga Kapede alias Kopi Avocado Durian.



Nah, sekian deh beberapa ulasan dan informasi penting tentang Kampoeng Deli.
Jadi, tunggu apalagi?
Jom kat Kampoeng Deli... "Awak Poenya Waroeng"

No comments: