Aku (mulai) Mencarimu... Aku (memang) Mencarimu

Aku mencarimu, entah kenapa mulai muncul rasa yang berbeda dalam diriku.
Seperti... aku membutuhkan sesuatu yang tidak kumengerti.
Sesuatu yang entah harus kusebut apa, but I really need it.
Sesuatu yang mungkin bisa membuatku sedikit tenang jika itu ada.
Sesuatu yang membuatku merasa sedikit berkurang, tidak merasakan sepenuhnya hidupku jika itu tidak ada.
Dan pertanyaannya kini, sesuatu ataukah seseorang?
Aku mencarimu, mulai mencarimu di sela-sela rutinitas padatku, mulai mencarimu di tengah kegiatan yang menunggu untuk kulakukan, mulai mencarimu di antara rasa lelahku.
Yah, sepertinya aku memang mulai membutuhkanmu.
Mungkin kini aku memang sedang berada dalam tahap pendewasaan diri, sehingga aku mulai merasa perlu untuk mencari.
Bagaimana pun juga aku tetap seorang mahluk sosial, bukan?
Setinggi apapun egoku, sebahagia apapun hidupku, sepintar apapun akalku, setenang apapun jiwaku, tetap saja, manusia selalu diciptakan Tuhan berpasang-pasangan.
Aku mulai mencarimu, entah kenapa aku mulai mencari kehadiranmu di antara setumpuk ambisiku memperjuangkan angan dan cita.
Seolah benteng pertahananku mulai runtuh perlahan.
Yah, nilai-nilai yang selama ini kupegang teguh tampaknya harus mulai kuperbaiki keberadaannya.
Prinsip untuk berjalan sendiri yang selama ini kujunjung tinggi sepertinya memang sudah tidak sekokoh dulu.
Karena aku memang mulai mencari. Bukan sesuatu, melainkan seseorang.
Memang tidak mudah mencari kamu yang mau, mampu dan bisa mengerti diriku.
Memaklumi setiap egoku, menerima semua kekuranganku, menopang titik-titik lemahku.
Tidak mudah memahami ciptaan Tuhan seperti diriku ini.
Wanita introvert yang mungkin tampak berbeda. Entah itu aneh ataupun unik.
Wanita pecinta novel dan film-film roman, tapi selalu menyadari bahwa hidup tidak akan pernah semudah dan seindah akhir sebuah cerita dalam buku maupun film-film fiksi.
Wanita yang sangat senang menghabiskan waktu demi tumpukan kertas berisi cerita-cerita pendek.
Wanita yang bisa dengan tiba-tiba meninggalkanmu saat sedang berbincang hanya karena sebuah inspirasi di otaknya yang ia rasa sayang untuk diabaikan.
Wanita yang begitu menyukai anak kecil, mampu bersikap ramah pada anak kecil manapun yang baru ditemui, bahkan bisa merasa sangat bahagia ketika berada di tengah-tengah kerumunan anak-anak.
Tidak mudah memang mendampingiku yang terlalu berambisi atas apa yang kuperjuangkan.
Tapi, aku tetap yakin dan percaya.
Aku akan menemukan kamu. Kamu yang dengan sukarela melakukan hal-hal sederhana itu untukku.
Kamu yang dengan apa adanya datang lalu menawarkan hidup untuk dijalani bersama.
Karena berdua rasanya memang akan lebih baik daripada sendiri.
Karena berdua rasanya memang akan lebih indah daripada sendiri.
Aku mencarimu, di tengah-tengah kerumunan manusia yang mengisi semesta.
Aku yakin dan percaya, akan segera menemukanmu yang mampu membuatku merasa lebih mudah menjalani apa yang disebut takdir.
Jadi... kuucapkan sampai jumpa nanti untuk kamu yang kini berada di sana.
Untuk kamu yang kini entah berada dimana.
Untuk kamu yang kini masih berada di tanah antah-berantah.
Yakinlah, kita akan bertemu dan dipertemukan jika memang Tuhan sudah menghendaki waktu yang tepat nantinya.

Comments