June 23, 2015

Kita Sebaiknya Begini Dulu

Aku perlahan-lahan mulai mundur. Tanpa disadari, sudah banyak ruang tersisa di antara kita. Kamu tahu, aku banyak merenung akhir-akhir ini dan akhirnya aku berhenti pada satu kesimpulan ―berjarak. Ya, sepertinya kita memang butuh ruang itu untuk menghirup udara yang sudah lama tidak mengisinya. Agar dada terasa lega, agar pikiran tidak lagi buntu.
Apa kamu sempat mengira-ngira sejak kapan kita mulai seperti ini?
Aku tidak. Semua terjadi begitu saja. Tiba-tiba seperti ada yang hilang di sini atau mungkin juga di sana.
Kali ini berjarak bukan lagi soal angka ribuan atau ratusan mil, namun sepertinya lebih daripada itu. Mungkin lebih tepatnya merelakan. Merelakan bahwa ada sesuatu yang sudah berakhir di antara kita.
Akhir-akhir ini aku banyak merenung dan belajar arti merelakan. Kita sebaiknya juga belajar untuk tidak lagi egois pada hati.
Kita sebaiknya begini dulu. Kita sebaiknya menunggu, takdir apa yang akan terjadi kelak




-De-

No comments: