June 11, 2015

Jangan Dibaca!

Hidup ini indah selama kita tahu bagaimana cara menjalankannya. Hidup ini juga indah selama kita tahu bagaimana cara memainkan peran. Hidup ini indah selama kita paham peran yang kita lakonkan. Ya, hidup ini indah selama kita mampu menjaga hati, mampu menguasai jiwa, mampu mengendalikan pikiran untuk tetap berjalan pada porosnya.
Seringkali manusia memang lupa bercermin. Apakah rupa sudah sangat rupawan? Apakah hati sudah begitu bersih? Apakah pikiran sudah amat jernih? Apakah perbuatan sudah sesuai dengan ucapan? Apakah lisan sudah cukup baik? Apapun yang tidak ingin didengar, maka jangan didengar. Apapun yang tidak ingin dibaca, maka jangan dibaca. Apapun yang tidak ingin dilihat, maka jangan dilihat. Terkadang, hidup sesederhana itu. Sayangnya, akal manusia justru lebih menyukai hal-hal rumit dan menyakitkan.
Seseorang berhak mengekspresikan rasa sesuka hati, seseorang berhak melukis hidupnya dengan berbagai warna yang ia mau, seseorang berhak menuliskan apa saja yang ada dalam hati dan pikirannya —selagi itu tidak mengganggu, apakah itu salah? Sepertinya tidak.
Sebagian besar manusia memang dianugerahi kepekaan luar biasa, tapi hanya sedikit yang mampu menyesuaikan kepekaan itu dengan perbuatan dan lisannya. Tidak jarang, tanggapan yang muncul dari sebuah pernyataan ataupun sikap justru berubah tidak wajar karena menutupi sesuatu yang ingin dikambing hitamkan.

No comments: