December 1, 2014

Kepada Wanita Yang Kelak Akan Menggantikan Posisiku

Mencintai seseorang berarti berdiri kuat di atas kaki sendiri. Mencintai seseorang melibatkan keikhlasan untuk melepaskan, agar kelak bertemu di jenjang yang lebih nyaman. Salah satu tanda berdamai dengan masa lalu adalah saat aku bisa dengan ikhlas menerima pendamping baru yang menggantikan posisiku di hatinya. Yang menjadi pertanyaan adalah, “sudah siapkan aku?”
Untukmu, gadis yang kelak menggantikan posisiku di hatinya.
Saat ini, tangan pria yang kelak akan menjadi masa depanmu masih rapi membungkus jemariku. Hei, kamu tidak perlu cemburu —waktumu sebentar lagi akan tiba. Tenang saja, kupastikan priamu ini akan baik-baik saja. Makannya terjamin, jadwal hidupnya pun teratur. Aku cukup cerewet mengingatkannya untuk tidak lupa membereskan kamar dan selalu mandi sebelum tidur. Yah, dia memang seceroboh itu hingga perlu diingatkan setiap waktu. Sekian lama kami bersama, sampai hari ini dia tidak pernah lelah menggenggam tanganku setiap kami menyeberang jalanan ramai. Katanya, aku seperti anak kecil, tidak pernah bisa menyeberang dengan tepat. Beberapa saat lagi akan tiba giliranmu. Kamu akan merasakan nyamannya memiliki seseorang yang selalu berdiri di sisi kanan jalan, seakan dia rela melindungimu dari kemungkinan dihantam kendaraan. Kokohnya genggaman tangannya dan dorongan ringannya di punggungmu tanpa sadar akan menjadi hal yang membuatmu merasa nyaman. Berbahagialah untuk sosok pelindung yang segera tiba dalam hari-harimu.
Kamu perlu tahu, pria yang tampak biasa ini ternyata mampu menjungkir-balikkan duniamu.
Sekilas, dia tampak biasa. Penampilannya yang hanya seadanya mungkin tidak membuatmu tertarik pada pandangan pertama. Dia memang bukan tipe pria dandy yang selalu rapi dan wangi. Kamu akan lebih sering melihatnya memakai kaos daripada kemeja. Dia juga tidak pernah malu pergi ke mall hanya dengan sandal jepit dan celana pendek. Tapi satu yang perlu kamu tahu, di balik semua kecuekannya itu pria kita ini selalu memiliki cara untuk memenangkan hatimu. Gayanya mendekatimu tidak akan terasa berlebihan. Di awal, kamu bahkan tidak menyadari bahwa dia menyukaimu. Sesekali dia dengan kasual menawarkan bantuan untuk menjemput atau mengantarmu pulang. Pesan singkat darinya juga akan lebih sering datang. Berbeda dari pria-pria lain yang membuatmu merasa dikejar, pria yang satu ini justru seperti teman baru yang selalu bisa diandalkan. Kamu hanya akan merasa lebih sering tertawa saat berada di dekatnya. Berbincang dengannya membuatmu merasa dipahami. Sepertinya, kalian tidak pernah kehabisan bahan bicara. Iya, dia memang lucu dan pandai menemukan topik pembicaraan. Kelihaiannya menciptakan gelak tawa itulah yang nanti menjadi kunci sukses pamungkasnya untuk masuk ke dalam hatimu. Saat pada akhirnya kamu merasa membutuhkan kehadirannya, tidak perlu kamu lawan perasaan itu. Barangkali dia tidak akan memintamu secara resmi untuk menjadi pacarnya. Ikutilah kata hatimu dan terimalah dia jadi bagian hari-harimu.
Saat dengkuran pelannya jadi musik terindah dalam hidupmu, rayakanlah kebersamaan kalian tanpa ragu.
Bersamanya, kamu akan menemukan rumah —tempatmu untuk bisa selalu pulang. Bahu dan dadanya perlahan bertranformasi menjadi tempat ternyaman untukmu merebahkan kepala. Dia memang pandai memperlakukanmu sebagai wanita yang layak dipuja. Pipimu yang sedang berjerawat banyak itu pun tanpa ragu akan tetap dikecupnya. Pujian “cantik” darinya juga tetap terdengar walau kamu sedang gemuk-gemuknya.
Kamu bisa jadi tidak pernah percaya saat dia bilang mencintaimu bukan karena penampilan semata. Aku tahu ini terdengar sangat picisan, tapi percayalah pada kata-katanya itu. Tidak peduli sejelek apapun penampilanmu, kujamin kamu akan menemukannya tetap mencintaimu.
Jangan terkejut saat dia menunjukkan sisi rapuhnya padamu. Dia bisa menjadi pria yang tangannya merengkuh pinggangmu penuh perlindungan di satu waktu. Namun di lain hari, dia mungkin mengeluh manja ingin tidur sambil diusap punggungnya oleh jemarimu. Bersama wanita yang benar-benar dia cinta, seluruh sisi dirinya memang akan terbuka. Waktu dia menangis di hadapanmu, peluklah dia erat-erat. Di depan orang yang sudah ia anggap pasangan jiwa, ia tidak akan pernah ragu-ragu meluapkan emosinya.
Ketika kamu sudah terbiasa mendengar dengkuran lirihnya yang hanya berjarak sejengkal dari lehermu, jangan pernah ragu untuk spontan memeluknya saat rasa sayang yang amat sangat itu datang menyapa. Ia memang tidak terbiasa membalas perlakuanmu dengan kata-kata manis penuh cinta, tapi tangannya akan selalu merengkuhmu dengan tidak kalah hangat.
Saat ini, izinkanlah aku menikmati hangat tubuh dan dekapannya sebentar lagi. Sebelum kemewahan ini berpindah ke tanganmu.
Kita memang tidak saling mengenal. Tapi izinkan aku bersulang lebih awal untuk kehadiranmu.
Saat kelak kamu menggantikan posisiku, bisa jadi kamu hanya mengenal sosokku dari posting Facebook dan tweets lama yang secara diam-diam kamu telusuri dari akunnya. Jika tidak ditanya, cerita tentangku tidak mungkin keluar dari mulutnya. Kenapa? Aku juga tidak tahu. Hal yang sama juga terjadi pada gadis pendahuluku. Mungkin alasannya sederhana, dia hanya ingin menjalani masa depannya bersamamu tanpa terganggu kenangan lama.
Setelah kamu datang, barangkali priamu dan aku masih tetap berteman. Selama aku mengenalnya, tidak ada sejarah dia pernah bermusuhan dengan mantan kekasihnya. Tapi, hei, kamu tidak perlu khawatir! Dengarkan semua penjelasannya, renungkan dan amati semua perlakuannya padamu. Kamu mungkin cemburu padaku, tapi yakinlah bahwa hatinya memang telah memilihmu. Tidak ada lagi alas an bagimu untuk meragu.
Jika di masa depan kita tinggal di kota yang berbeda dan tidak memiliki kesempatan untuk bertemu, izinkan aku mengangkat gelas lebih dulu demi merayakan kedatanganmu.
Kamulah yang tergariskan mendampingi pria yang sama-sama pernah kita cinta ini. Kamulah muara segala pencariannya. Demi dia, tidak ada alasan bagiku untuk tidak berbahagia.
Ssssst… priamu kini bergumam dalam tidurnya. Satu lagi kebiasaan anehnya yang nanti harus kamu terima.
Kini, tiba giliranmu mendampinginya. Maka kumohon, jagalah dia.
Aku tidak mau berdusta dengan mengatakan bahwa aku sudah tidak lagi menyayanginya. Bukankah rasa sayang itu bukan tisu sekali pakai yang bisa dibuang setelah selesai digunakan?
Sampai kapan pun, pria yang menjadi masa depanmu itu tetap akan menempati posisi istimewa di dalam hatiku. Bukan sebagai kekasih, tentu saja. Melainkan teman tumbuh dari masa lalu yang turut membentukku sampai ke titik ini.
Tapi ibarat pulsa ponsel, waktuku mendampinginya memiliki batas akhir. Tongkat estafet sebagai pendampingnya akan segera berpindah ke tanganmu. Maka, sebagai orang yang akan terus peduli padanya, —kumohon jagalah dia.
Tolong ingatkan dia untuk tidak tidur terlalu malam. Lingkar hitam di bawah matanya kini kian kentara. Jika tidak diingatkan, pria kita ini bisa-bisa lupa istirahat dan terus giat bekerja.
Jangan pernah lelah menjadi pengingat agar dia tidak melupakan berbagai prioritas yang telah disusunnya. Dia sering terlalu tidak enak hati menolak permintaan yang datang, hingga kepentingan pribadinya rela ia korbankan.
Semangati dan yakinkan priamu ini setiap dia merasa tidak mungkin meraih impiannya. Kamu dan aku pasti sepakat bahwa dia memiliki segudang kelebihan, sesekali ia hanya butuh diyakinkan.
Sewaktu dia terlihat lelah dan putus asa, jangan pernah ragu mengusap punggungya. Dia memang tidak pernah meminta. Tapi yakinlah sedikit perhatian darimu amat bisa meringankan harinya.
Ketika kalian bertengkar, tolong jangan pernah mengulang kesalahanku. Sesekali dia memang bisa menjadi kekasih paling cuek dan brengsek di dunia. Tapi ketahuilah, bertahan bersamanya berarti kamu tidak akan pernah kekurangan cinta.
Saat saat nanti bila dia menyakitimu, selalu ingatlah: menikmati sakit yang tercipta karena kealpaannya tidak seberat mengakrabi sakit karena kehilangannya.
Selamat melanjutkan jalan, kamu beruntung menjadi masa depannya.
Aku…
Gadis yang sempat berlabuh pada masa depanmu.





(Di kutip dari Redaksi Hipwee, artikel Nendra Rengganis pada 14 November 2014)

No comments: