December 28, 2014

I Love You More

Malam semakin larut dan gelapnya pun kian pekat. Bukankah aku sudah seringkali berbisik bahwa malam selalu indah? Apalagi jika berpadu dengan hujan. Sayangnya, malam ini hujan enggan turun membasuh wajah tanah-tanah kerontang. Ia masih ingin bersembunyi di balik tebalnya awan mendung. Dalam malam aku bergeming. Entah sejak kapan sudah merapal-rapal namamu di hadapan Tuhan. Berusaha menyampaikan suatu rasa yang semakin merusak kinerja sistem sarafku. Meskipun jarak dan waktu kita tidak lagi sama, meskipun ruang kita sudah berbeda, meskipun hati kita tidak lagi bertaut, meskipun rasaku bukan lagi rasamu, bukan berarti aku sudah berhenti mengalunkan doa demi jiwamu. Aku masih menikmati kebodohan ini, bukan, mungkin lebih tepatnya menikmati kerinduan ini. Aku percaya, Tuhan akan menyampaikan rasaku ini padamu. Meskipun hanya sesekali, tapi aku percaya kamu akan mampu sedikit merasakan getaran hebat yang menyatu dalam kenangan. Dalam malam yang mulai kelewat dingin, aku tidak pernah sedikit pun menyesalinya. Di atas sajadah persujudanku, aku tidak pernah sekali pun melupakanmu. Masih bolehkah aku memintamu membawaku dalam rengkuh hangat itu? Masih bolehkah aku memintamu menyentuhku sekali lagi saja? Agar kamu merasakan bagaimana hangatnya cinta yang masih terus kujaga. Ia mungkin mencintaimu, tapi tidak pernahkah kamu menyadari bahwa aku lebih mencintaimu? Akulah orang yang akan selalu mencintaimu saat ia melangkah pergi. Akulah orang yang akan selalu lebih mencintaimu. Akulah orang yang akan selalu menunggumu di sini, di dalam hatiku.

No comments: