August 14, 2014

Surat Cinta Yang Tak Pernah Sampai

Apa kabar kamu yang dulu selalu menaungi sudut pikirku?
Kini kamu telah menghilang, sama seperti yang lainnya.
Pergi begitu saja meninggalkanku tenggelam bersama sepi dan duka di sini.
Kini kepada siapa aku bisa berbicara?
Kepada siapa aku bisa berbagi semua keluh kesah ini?
Kepada siapa aku bisa mengutarakan isi hati bersama segenap luka yang masih tinggal di sana?
Aku kehilangan.
Kehilanganmu, kehilangan dia, kehilangan mereka yang telah lebih dulu pergi meninggalkanku.
Ketika kamu pergi setelah kepergiannya, kalian membawa segala sesuatu yang kumiliki.
Kebahagiaan, kedamaian, ketenangan.
Kini hanya ada gelisah yang menyelimuti.
Semua tampak sama, abu-abu, gelap seperti kabut yang menyesakkan.
Tapi kehadirannya di setiap tempat yang kulihat, meyakinkanku bahwa ia adalah sesuatu yang nyata.
Seperti sebuah lubang besar yang menghancurkan hatiku.
Tapi begitu pun, aku tetap bisa merasakan sedikit bahagia.
Semua rasa sakit dan luka yang tertinggal di sini selalu mengingatkanku, bahwa ia memang sesuatu yang nyata.
Begitu pun dengan dirimu, begitu pun dengan kebersamaan kita yang hanya sementara.
Semua itu nyata.

No comments: