August 14, 2014

Merindukanmu Bukan Berarti Mencintaimu

Cuaca pagi ini sangat cerah. Belum tepat pukul tujuh tapi matahari sudah membiaskan guratan cahayanya pada langit biru yang berlapis sedikit awan tipis. Tiba-tiba pikiranku melayang pada suatu pagi dengan keadaan yang hampir sama seperti ini. Bedanya hanya satu, pagi itu masih ada kamu. Masih ada kamu yang menemani pagiku, menyapaku setiap kali mengawali hari seolah kamu adalah mentari bagi hidupku. Entah apa yang membuatku seringkali mengaitkan segala sesuatu yang kulihat, kurasa atau kudapat sekarang dengan segala hal yang dulu pernah kulewati bersamamu. Iya, bersamamu. Tapi itu dulu, di dalam masa lalu yang telah terlewati dan kini berubah menjadi kelam. Seandainya saat ini datang sebuah penawaran untuk kembali melewati hari bersamamu, tentu saja aku akan menolaknya. Bukan, bukan aku memiliki sebuah dendam, bukan pula karena aku membencimu tapi aku sadar bahwa kita memang tidak seharusnya bersama, sadar bahwa hatiku akan terus-menerus merasa rapuh dan lemah jika aku masih saja bersamamu, sadar bahwa hidupku akan terus bergantung padamu jika kamu kembali hadir di sini. “Terima saja kenyataan bahwa ia tak lagi mencintaimu, dengan begitu hatimu akan terasa lebih kuat dan kamu pun akan sadar bahwa sebenarnyakalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama.” Ternyata kalimat sederhana yang pernah diucapkan oleh seseorang padaku itu mampu menyihirku hingga akhirnya tersadar akan sebuah masa lalu yang memang salah. Aku merindukanmu, bukan berarti aku mencintaimu kan? Mungkin saat ini aku hanya belum bisa berdamai dengan apa yang mereka sebut kesepian, kesendirian atau apapun itu namanya. Aku hanya masih membutuhkan lebih banyak waktu lagi. Seandainya waktu telah cukup bagiku untuk menata kembali hati yang pernah terluka parah ini, aku sendiri pasti akan mampu berdamai dengan hatiku, berdamai dengan ruang di sekeliingku yang sempat membuatku merasa sepi dan tentu saja pada saat itu pula nantinya hidupku akan menjadi jauh lebih baik daripada ketika aku belum mengenalmu dan ketika aku masih bersamamu serta ketika kepergianmu yang mendadak itu. Aku yakin aku pasti bisa. Hidup ini sebenarnya selalu indah, tergantung dari bagaimana kita memaknainya. Dan caraku memaknai hidup yang begitu sederhana tapi seringkali terasa rumit ini adalah dengan berusaha untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kumiliki.

No comments: