Posts

Showing posts from August, 2014

Rinduku Beralamat Padamu

Kerinduanku sedikit terdamaikan, karena kusadari malam ini kita tidur di bawah langit yang sama. Meskipun jarak berpuluh kali lipat merentang antara ragamu dan ragaku, tapi setidaknya kita masih bisa memandang tujuan yang sama sebelum beralih ke alam mimpi. Terkadang hidup ini membingungkan dan kita dipaksa untuk memilih satu yang terbaik lalu meninggalkan pilihan lainnya. Terkadang kita juga harus mengorbankan apa yang kita rasakan demi membahagiakan ia yang kita cintai. Jadi, salahkah aku yang mematikan rasa ini demi kembali merajut asmara dengan bayangnya? Melepaskanmu yang begitu nyata lalu memilihnya yang begitu semu bukanlah perkara mudah. Kebanyakan orang mungkin hanya bisa menilai tanpa mengetahui betapa sulitnya menjadi diri orang lain, menjalani berbagai tuntutan hidup untuk melakukan hal yang sebenarnya sama sekali tidak ingin ia lakukan. Ada kalanya aku ingin bumi menelanku bulat-bulat setiap kali kusadari pilihan ini keliru. Ada kalanya aku merasa langit meruntuhkan tubu…

Tentang Hati

Layaknya bunga yang gugur karena layu, itulah kisahku yang telah berlalu. Layaknya bangkai yang membusuk lalu menyatu bersama tanah, itulah harapku yang telah sirna. Tesentak tidurku saat peristiwa di tahun yang silam kembali membawa suasana duka dalam pekatnya mimpi. Semua berubah hening. Sunyi. Senyap. Bilamana waktu akan berhenti mempermainkanku? Bilamana Tuhan akan menyelamatkan hatiku dari rasa pesakitan ini? Saat air mata menjadi sesuatu yang tidak ternilai harganya, saat isak tangis menjadi sesuatu yang mampu membuatku berdekup, saat semua harus kulepas dalam hitungan detik. Semua berubah hening. Sunyi. Senyap. Pikirku memaksa mata untuk terpejam, agar luka itu sedikit jera, agar duka itu sedikit mereda. Tapi hati masih menjadi pemenangnya, yang memaksaku untuk tetap terjaga, menangis, mengenang tahun-tahun yang silam. Di luar sana, rintik sedang menghibur dedaunan kering di antara semak belukar yang hampir mati. Di luar sana, angin sedang menyejukkan embun yang menempel pada …

Senandung Hati Pejuang LDR

Jarak bukanlah suatu alasan untuk tidak menjalin sebuah hubungan. Jangan menjadikan jarak yang jauh sebagai suatu penghalang tapi jadikanlah ia sebagai sumber kekuatan cinta. Cinta tidak harus selalu dapat saling melihat wujud dan raga masing-masing karena cinta adalah ikatan batin yang kuat untuk menjalin suatu hubungan. Sejauh apapun raga terpisah, tapi bila hatinya telah bersatu, tidak ada lagi dinding pemisah bagi kekuatan cinta itu sendiri. Cinta tidak hanya tercipta karena seringnya terjadi pertemuan atau pun rutinitas dalam berkomunikasi. Cinta adalah keinginan tulus yang ikhlas dalam menjalin suatu hubungan suci. Kekuatan cinta itu sendirilah yang akan mempertemukan dua insan walau dalam jarak yang cukup jauh. Dekat juga tidak selalu berarti menjadikan suatu hubungan akan terus berjalan harmonis. Seringnya terjadi pertemuan akan menjadikan cinta itu sendiri sebagai bumerang kehancuran. Seringnya terjadi pertemuan juga dapat membuat kita merasa jenuh dan bosan, sifat yang tida…

Hari Demi Hari Yang Mengakhiri Kita

Kisah ini sebenarnya hanya sebuah cerita fiktif yang seketika berubah menjadi nyata. Akhirnya aku mengerti, apa yang kita pikirkan ternyata mampu menjadi penentu bagi takdir yang akan kita terima. Jadi berdamailah dengan pikiranmu, maka ia juga akan mendamaikan hidupmu. Days 1: Malam ini aku mengakhiri semuanya. Semua kebahagiaan yang kukira akan menyelamatkanku dari siksaan masa lalu itu. Malam ini aku kembali membuka lukaku sendiri. Luka yang bahkan belum tertutup rapat, hingga ia kembali menganga. Apakah aku juga sudah membuatnya merasakan luka? Apakah saat ini ia juga sedang menahan sakitnya sendiri di sana? Maafkan aku… Days 2: Hari berlalu sejak malam itu. Malam dimana aku mengulangi kesalahan terindah dengan kembali memeluk bayang masa lalu yang semu lalu melepas rengkuh hangatnya yang nyata. Tanpa kusadari percik-percik penyesalan dan rindu yang mendalam sudah mengalir dalam darahku. Tiba-tiba saja suara manjanya mendengung dalam telingaku. Dulu, sebelum semua ini berakhir, i…

Surat Cinta Yang Tak Pernah Sampai

Apa kabar kamu yang dulu selalu menaungi sudut pikirku? Kini kamu telah menghilang, sama seperti yang lainnya. Pergi begitu saja meninggalkanku tenggelam bersama sepi dan duka di sini. Kini kepada siapa aku bisa berbicara? Kepada siapa aku bisa berbagi semua keluh kesah ini? Kepada siapa aku bisa mengutarakan isi hati bersama segenap luka yang masih tinggal di sana? Aku kehilangan. Kehilanganmu, kehilangan dia, kehilangan mereka yang telah lebih dulu pergi meninggalkanku. Ketika kamu pergi setelah kepergiannya, kalian membawa segala sesuatu yang kumiliki. Kebahagiaan, kedamaian, ketenangan. Kini hanya ada gelisah yang menyelimuti. Semua tampak sama, abu-abu, gelap seperti kabut yang menyesakkan. Tapi kehadirannya di setiap tempat yang kulihat, meyakinkanku bahwa ia adalah sesuatu yang nyata. Seperti sebuah lubang besar yang menghancurkan hatiku. Tapi begitu pun, aku tetap bisa merasakan sedikit bahagia. Semua rasa sakit dan luka yang tertinggal di sini selalu mengingatkanku, bahwa ia…

Merindukanmu Bukan Berarti Mencintaimu

Cuaca pagi ini sangat cerah. Belum tepat pukul tujuh tapi matahari sudah membiaskan guratan cahayanya pada langit biru yang berlapis sedikit awan tipis. Tiba-tiba pikiranku melayang pada suatu pagi dengan keadaan yang hampir sama seperti ini. Bedanya hanya satu, pagi itu masih ada kamu. Masih ada kamu yang menemani pagiku, menyapaku setiap kali mengawali hari seolah kamu adalah mentari bagi hidupku. Entah apa yang membuatku seringkali mengaitkan segala sesuatu yang kulihat, kurasa atau kudapat sekarang dengan segala hal yang dulu pernah kulewati bersamamu. Iya, bersamamu. Tapi itu dulu, di dalam masa lalu yang telah terlewati dan kini berubah menjadi kelam. Seandainya saat ini datang sebuah penawaran untuk kembali melewati hari bersamamu, tentu saja aku akan menolaknya. Bukan, bukan aku memiliki sebuah dendam, bukan pula karena aku membencimu tapi aku sadar bahwa kita memang tidak seharusnya bersama, sadar bahwa hatiku akan terus-menerus merasa rapuh dan lemah jika aku masih saja ber…