July 19, 2014

Seseorang Yang Mencintaimu

Seseorang yang mencintaimu, selalu menganggap kebahagiaanmu adalah hal terpenting dalam hidupnya. Meskipun lara harus bertubi-tubi mengguncang hatinya, meskipun semesta terus-menerus menertawakan kebodohannya, meskipun ia selalu menikmati indahmu dalam rentangan jarak, tapi ia selalu yakin, bahagiamu kelak akan menjadi bahagianya.
Seseorang yang mencintaimu, tidak mengumbar rasanya pada dunia, tidak meneriakkan rasanya pada sekumpulan telinga di luar sana, tidak mempertontonkan rasanya pada banyak mata yang mungkin saja kelak akan mencibirnya. Ia mengumbar rasanya pada Tuhan, ia tidak pernah lupa merapal namamu dalam setiap doanya, ia tidak pernah lupa merangkai harap agar bahagia selalu menyertaimu.
Seseorang yang mencintaimu, hampir selalu tahu dan mengerti setiap inginmu. Meskipun ia tidak pernah menunjukkannya secara nyata, tapi di belakangmu, ia selalu ingat bahwa hal-hal tertentu mampu memancarkan sesimpul senyum dari bibirmu.
Seseorang yang mencintaimu, tidak akan pernah lupa pada sekumpulan hal-hal kecil yang terselip dalam setiap gerikmu, tidak pernah lupa pada perhatian-perhatian sederhana yang pernah kamu berikan untuknya meskipun kamu tidak pernah menyadari bahwa ia sangat terkesan.
Seseorang yang mencintaimu, selalu tahu bagaimana kamu melalui hari. Bagaimana kamu menyapa pagi kala sinar mentari membuatmu terjaga, bagaimana kamu melewati siang yang melelahkan, bagaimana kamu menikmati semburat jingga di sore hari. Ia mengerti bagaimana lelahmu, tapi ia belum memiliki cukup keberanian untuk sejenak menawarkan diri sebagai pelepas lelah itu.
Seseorang yang mencintaimu, selalu tahu bagaimana kamu menghabiskan malam. Bagaimana kamu bercengkerama dengan rembulan, bagaimana kamu tersipu malu memandangi bintang yang berkelip manja, bagaimana kamu mengundang kantuk sebelum terlelap.
Seseorang yang mencintaimu, selalu menjadikanmu sesuatu yang pertama kali ingin dilihatnya kala pagi membuka mata, selalu menjadikanmu sesuatu yang terakhir kali ingin dikecupnya kala malam ia terpejam, meskipun ia tahu, kamu sendiri tidak pernah berharap hal yang sama, sekalipun.
Seseorang yang mencintaimu, selalu menjadikanmu alasan dalam setiap hembusan nafasnya, selalu menjadikanmu alasan dalam setiap detak yang berada di jantungnya, selalu menjadikanmu alasan dalam setiap aliran darah yang melewati nadi-nadinya. Namamu terpatri di sana, dalam sebuah ruang sederhana yang ia sebut hati. Namamu terukir di sana, dalam sebuah ruang sempit yang ia sebut kenangan.
Seseorang yang mencintaimu, tidak akan mau mengusik ketenangan hidupmu. Ia hanya menikmati wujudmu dari sisi gelapnya. Ia hanya menyulam harap untukmu dalam setiap sujudnya. Ia hanya merapal namamu bersama air mata dalam doanya. Ia hanya akan membiarkanmu tenggelam dalam duniamu sendiri tanpa pernah sedikit saja memancing perhatianmu. Ia mengerti bahwa hakikat cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa merelakan orang yang paling kita cintai tersenyum bersama orang lain.
Dan aku… ah, akhirnya aku mulai mengerti akan hal itu. Karena aku adalah seseorang yang mencintaimu.

No comments: