July 14, 2014

Sandaran Hati

Kisah ini akan terus mengalir seperti air, di mana sang putri akan terus menanti dengan rasa yang dirasa. Senandung lirih melantun dalam setiap baitnya menjadi satu melodi kiasan. Sambil berteduh di bawah atap kenestapaan, sang putri bersandar pada bahu-bahu kesepian menahan pilunya sendiri. Ia merasakan segala bait yang tercipta seolah semua khayalannya mampu berubah menjadi nyata. Sang putri bergeming, duduk bersimpuh dalam gelap malam menekan rasanya sendiri. Ia sudah jatuh terlalu lama hingga begitu sulit untuk kembali bangkit tapi dengan penuh keyakinan dalam hati, sang putri percaya suatu saat nanti pasti datang padanya seorang pangeran gagah yang membangunkannya dengan cinta. Siapapun yang sedang menahan pilu dan menangis tersedu, datanglah pada sang putri, pasti ia akan mengusap air matamu dengan sentuhan lembut jemarinya. Siapapun yang membutuhkan bahu untuk bersandar, datanglah pada sang putri, pasti ia akan memberimu bahu ternyamannya untuk sejenak melepas penat. Sang putri akan selalu tersenyum meski dalam lara dan riang sekali pun, di bawah atap keperihan ia bersandar pada bahu-bahu kesepian menanti pangerannya untuk segera datang.








No comments: