June 9, 2014

Selamat Datang Kembali Juni

Selamat datang kembali Juni. Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sebelas bulan lainnya terlewati. Apa kabarmu selama hampir satu tahun berlalu? Apakah Juni masih selalu memberikan hal-hal indah dalam setiap harinya? Juni, aku begitu merindukanmu. Entah kenapa kau masih menjadi bulan yang selalu kunantikan. Tidak terasa, ini adalah Juni keempat setelah Juni-Juni lain yang telah berlalu. Aku sempat berpikir, Juni akan terus terasa sama seperti dulu tapi ternyata aku salah. Aku tahu aku hanyalah seorang manusia yang bisa menebak tanpa bisa memastikan apa yang akan terjadi setelah itu. Dulu, kupikir Juni akan selalu indah, akan selalu cerah, akan selalu hangat tapi ternyata aku salah. Juni yang seperti itu hanya datang dua kali sebelum akhirnya berganti dengan Juni yang temaram, dingin, gelap dan begitu mengenaskan. Tapi meskipun begitu, aku tetap merasa bahagia setiap kali Juni menyapa.
Juni, bolehkah aku sedikit bertanya. Apa kabarnya ia di sana? Apakah rasa kami masih sama? Apakah hati kami masih saling mencari? Apakah ia juga masih merindukanku? Aku merindukannya, Juni. Rindu yang sama besar dengan rinduku padamu. Mungkin ia telah melupakanku, mungkin ia juga telah melupakanmu, Juni, mungkin ia telah melupakan kita. Tahukah kau bulan apa yang kini menjadi istimewa di hatinya? Desember. Bulan Desember kini menjadi sangat istimewa baginya, Juni. Rasanya aku tak perlu menjelaskan padamu, siapapun tahu kenapa bulan Desember menjadi sangat berarti baginya hingga menggantikanmu. Tapi jangan bersedih, Juni, karena kau akan tetap menjadi bulan yang paling istimewa bagiku. Hadirmu dapat membuatku kembali mengenangnya. Hadirmu dapat kembali mengingatkanku bahwa ia dan kisahnya nyata. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Juni. Aku senang bisa menghabiskan beberapa minggu ke depan untuk bercerita tentangnya padamu.

No comments: