June 29, 2014

Hanya Terus Berjalan

Hati akan menuntun jalan yang tertutup kabut. Meski pun tampak berliku tapi ia selalu memberi arah untuk melangkah. Entah benar, entah salah. Saat jarak yang berlalu sudah terlalu jauh, semua lelah pun tertumpah lalu membasuh semangat yang masih berkobar. Mungkin memadamkan, mungkin terus membakar. Tulang rusuk yang terlepas ini akan mencari kembali sang empunya. Lalu si pemilik yang merasa kehilangan di sana juga terus mencari remah rusuknya. Tidak perlu mengeluh, hanya terus berjalan. Kelak, waktu akan menjahit lukanya, meredam segala rasa perih yang tak mampu dijelaskan itu juga menguji semangat yang masih tersisa di ujung napas. Berikan hati keluangan agar ia mampu sejalan dengan pikiran untuk meneruskan langkah yang terseok ini. Menangkap pikiran yang selalu diburu memang bukan perkara mudah tapi di balik itu semua, jiwa akan mengepakkan sayap yang mulai membuka lalu memberi kekuatan untuk mengangkat kurungan ini lebih tinggi dari segala mimpi. Hati akan terus menyempurnakan langkah yang membekas. Bersama semangat yang perlahan terkikis oleh rasa lelah, pikiran dan jiwa juga akan membuka masa lalu yang kusut, menumpahkan segala sesal di sana, tanpa perlu membawanya dalam langkah.



No comments: