Posts

Showing posts from June, 2014

A Heart-Warming Story

Image
Nggak sengaja nemuin ini di Twitter. Bener atau nggaknya, siapa tahu? Yang jelas, bagiku cerita ini bener-bener menyentuh, meskipun terjadi sama mereka yang berkeyakinan beda denganku, meskipun terjadi di tempat yang antah-berantah, meskipun terjadi di waktu yang entah kapan. Aku sedang berkeliling di sebuah toko lalu melihat petugas kasir kembali meminta uang pada seorang anak laki-laki. Anak laki-laki itu tidak lebih dari lima atau enam tahun. Petugas kasir mengatakan, "Maaf, tapi kamu tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini." Anak kecil itu lalu berpaling pada wanita tua di sampingnya, "Nek, apa nenek yakin aku tidak punya cukup uang?" Wanita tua itu menjawab, "Kamu tahu itu, kamu tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, Sayang." Lalu wanita tua tersebut memintanya untuk tinggal di sana selama lima menit sementara ia pergi untuk berkeliling sejenak di dalam toko. Anak kecil itu masih memegang boneka di tangannya. Aku berjalan ke arah …

Hanya Terus Berjalan

Hati akan menuntun jalan yang tertutup kabut. Meski pun tampak berliku tapi ia selalu memberi arah untuk melangkah. Entah benar, entah salah. Saat jarak yang berlalu sudah terlalu jauh, semua lelah pun tertumpah lalu membasuh semangat yang masih berkobar. Mungkin memadamkan, mungkin terus membakar. Tulang rusuk yang terlepas ini akan mencari kembali sang empunya. Lalu si pemilik yang merasa kehilangan di sana juga terus mencari remah rusuknya. Tidak perlu mengeluh, hanya terus berjalan. Kelak, waktu akan menjahit lukanya, meredam segala rasa perih yang tak mampu dijelaskan itu juga menguji semangat yang masih tersisa di ujung napas. Berikan hati keluangan agar ia mampu sejalan dengan pikiran untuk meneruskan langkah yang terseok ini. Menangkap pikiran yang selalu diburu memang bukan perkara mudah tapi di balik itu semua, jiwa akan mengepakkan sayap yang mulai membuka lalu memberi kekuatan untuk mengangkat kurungan ini lebih tinggi dari segala mimpi. Hati akan terus menyempurnakan lan…

Jauh

Langit malam tampak begitu cerah dengan segala seri-seri di setiap sisinya, ia kian mampu menebarkan kehangatan dalam setiap labirin-labirin hati. Ratusan bahkan ribuan cahaya lampu di bawah sana pun seakan saling menyapa jalanan. Aku mengetatkan syal rajutan yang melingkari leher. Semakin tinggi jarak kita dari permukaan laut maka semakin rendah pula suhu yang akan kita rasakan, hal sederhana itulah yang terbesit dalam pikiranku saat teringat salah satu materi pelajaran fisika yang pernah diajarkan oleh guru kesayanganku ketika aku masih duduk di bangku SMA. Hari ini, tepat satu bulan sejak ujian kelulusan dari masa putih abu-abu. Hanya tinggal menunggu beberapa waktu sampai aku memperoleh pengumuman hasil kelulusan. Tentu saja aku berharap seluruh siswa seangkatanku tahun ini bisa lulus seratus persen juga dapat memperoleh nilai yang memuaskan. Harapan itulah yang nantinya mampu mengantarkanku untuk menggapai mimpi-mimpi yang telah lama kupajang pada dinding-dinding hati dan pikir…

Filosofi Keindahan Bunga Tulip

Image
Kali ini, aku akan sedikit bercerita tentang salah satu bunga yang menjadi kesukaanku. Bunga Tulip. Meskipun awalnya aku sama sekali tidak menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan bunga, namun ternyata keindahan bunga Tulip dapat menggugah hatiku. Berawal dari hobi membaca berbagai macam buku referensi, akhirnya aku menemukan filosofi tentang macam-macam bunga yang paling dikagumi di dunia. Salah satunya adalah Tulip (Tulipa) yang merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush juga stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga Tulip namun Tulip juga merupakan bunga nasional Iran dan Turki. Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasi…

Enam Belasku... Selamat Empat Tahun Yang Gagal

Selamat Datang Kembali Juni

Selamat datang kembali Juni. Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sebelas bulan lainnya terlewati. Apa kabarmu selama hampir satu tahun berlalu? Apakah Juni masih selalu memberikan hal-hal indah dalam setiap harinya? Juni, aku begitu merindukanmu. Entah kenapa kau masih menjadi bulan yang selalu kunantikan. Tidak terasa, ini adalah Juni keempat setelah Juni-Juni lain yang telah berlalu. Aku sempat berpikir, Juni akan terus terasa sama seperti dulu tapi ternyata aku salah. Aku tahu aku hanyalah seorang manusia yang bisa menebak tanpa bisa memastikan apa yang akan terjadi setelah itu. Dulu, kupikir Juni akan selalu indah, akan selalu cerah, akan selalu hangat tapi ternyata aku salah. Juni yang seperti itu hanya datang dua kali sebelum akhirnya berganti dengan Juni yang temaram, dingin, gelap dan begitu mengenaskan. Tapi meskipun begitu, aku tetap merasa bahagia setiap kali Juni menyapa. Juni, bolehkah aku sedikit bertanya. Apa kabarnya ia di sana? Apakah rasa kami masih sama? Apakah…