May 16, 2014

Selamat Tanggal 16 Ke 47



            Aku tahu senyum menenangkan itu bukan lagi milikku. Ia tak lagi dapat terekam nyata oleh kedua retina mataku. Lamunan ini pun meredup. Bayangmu kembali lenyap dan menyatu bersama air mata. Harus sampai kapan? Hanya pertanyaan sesederhana itulah yang terus mendengung dalam telinga. Semuanya kian berlalu, bergulir bersama waktu. Tapi rasa itu tak pernah berubah bahkan hingga enam belas ke 47. Bayangkan, betapa hebatnya rasa yang tak bisa kujelaskan lewat aksara itu kini mampu membangunkanku di malam yang begitu sunyi? Bertemankan rintik yang menyentuh tanah, kupejamkan mata. Berusaha mencari kembali lelap yang sempat hilang karena hadirmu. Nyatanya aku gagal. Harus berapa kali kuteriakkan pada dunia bahwa malam dan hujan selalu punya cerita berbeda dalam setiap hadirnya, mereka kian mampu meresonansikan dawai-dawai dalam sudut pikirku hingga menggetarkan hati untuk kembali menggemakan namamu. Aku lelah, sangat lelah. Bahkan hingga sejauh ini? Tanggal 16 selalu berawal dan berakhir manis sejak hampir empat tahun lalu, sayangnya semua kisah indah bak dongeng itu harus berhenti tanpa sebab pada bulan ke 18. Rindu ini terasa begitu menyayat. Jika boleh kutahu, bersama siapa kamu lewatkan malam ini?
Ternyata bukan hanya lidah tak bertulang itu yang mampu berdusta, mata yang seringkali dilambangkan sebagai pintu hati ini pun juga menyimpan banyak sandiwara di balik hangat sinarnya. Aku terpejam, bukan berarti telah berhasil masuk ke dalam dunia mimpiku tapi kini aku tengah mencari serpihan masa lalu, iya, aku berusaha berada di dalamnya walaupun sekejap saja. Masa dimana kita bisa menghabiskan malam lewat puluhan bahkan ratusan pesan singkat hingga hari beranjak dini. Saling bergurau, menyatu dalam canda tawa dan khayalan-khayalan kita yang sedikit gila tentang masa depan. Mungkin kita terlalu berani mendahului takdir hingga telah berpikir jauh ke masa depan, tapi bukankah manusia boleh berencana sementara Tuhan yang menentukan? Jadi, masih bisakah kita mengulang sejenak waktu? Bukan, bukan waktu. Lebih tepatnya mengulang keadaan. Masih dapatkah kita saling memeluk dalam rindu dan untaian doa dalam sujud serta perbincangan hangat kita dengan Tuhan? Aku lelah, semakin lelah jika harus kembali bercerita tentang masa lalu, aku letih jika harus terus mengulang kisah sedih yang sempat bahagia dalam sekejap itu. Tapi bukankah masa lalu adalah sejarah? Di dalamnya tersimpan begitu banyak kenangan dan segala bentuk pelajaran yang seharusnya kita petik agar ia bisa tumbuh kembali di masa depan. Jika boleh sedikit mengenang, masih adakah sosok Aiza dalam pikirmu? Sosok yang dulu hanya ada dalam labirin-labirin khayal kita, sosok yang dulu kita anggap begitu nyata, sosok yang dulu pernah ada dalam cerita kita tentang masa depan. Berharap bahwa ia akan menjadi nyata suatu saat nanti. Berharap kelak ia akan memanggilmu dengan sebutan ayah lewat suara lembutnya lalu memanggilku ibu di sela-sela tangis manjanya. Sayang, sosok wanita sempurna itu hanya ada dalam kumpulan fiksi, tidak dalam dunia nyata dimana kita berpijak saat ini. Kamu mungkin akan terus mencari pengisi kekosongan hati itu, berharap akan datang seorang bidadari yang sempurna untuk mengiringi langkahmu, tapi ketahuilah Sayang, ia tak akan pernah benar-benar ada kecuali di dalam ruang mimpimu. Jika kamu bersedia sejenak menoleh ke belakang, lihatlah… aku masih di sini. Meskipun tak lagi berputar dalam poros yang sama tapi lihatlah, bahuku masih cukup kuat untuk menopang lelahmu jika kamu terjatuh. Aku mungkin merindukanmu tapi bukan berarti aku mencintaimu karena rindu tak selamanya datang hanya karena cinta. Malam semakin larut dalam pekat dan tampaknya aku pun masih akan terus meringkuk dalam isak tangis yang tak pernah kumengerti ini, kebahagiaan ataukah penuh luka? Selamat tanggal 16 yang ke 47. Ketahuilah, sejauh ini aku tak pernah lupa merapal namamu dalam doaku. Katakan betapa bodohnya aku, tapi aku selalu berharap di sana kau pun begitu.


1 comment:

Farhan Abdillah said...

Wah mantep ni tulisan mbak. Aku suka sama diksi" yg digunakan. Membuat pembaca terhanyut.
Mbak uda 3 tahun yg ngelola blog ini? Salam kenal mbak. Aku juga seorang blogger. Aku ngerti blog ini dari postingan mbak di facebook. Facebook ku http://facebook.com/farhanabdillahdalimunthe
Mungkin kapan" kita bisa ketemu utk saling sharing mengenai blog hehe.
Mohon kunjungannya ke blog ku mbak. Mungkin bisa jd referensi dalam ngeblog.
http://ittihadulmuslimeen.blogspot.com
http://bimbelseo.blogspot.com