May 28, 2014

Purnama Tak Lagi Merindu

Cinta, dimana geranganmu saat ini? Mengapa kau belum juga datang menghampiriku lagi setelah beberapa waktu yang buruk terlewati? Cinta, di hati mana kini kau berlabuh? Mengapa kau belum kembali berlayar dan mengunjungi hatiku yang tampak begitu tandus tak berpenghuni ini? Dua tahun berlalu dan aku masih menjaga hatiku untukmu. Dua tahun terakhir adalah saat-saat terburuk dalam hidupku. Dan sampai saat ini semua masih tampak sama. Hancur. Kepergianmu ternyata merampas semua kebahagiaan yang pernah kurasa hingga tiada setitik cahaya pun yang menerangi langkahku. Aku masih mencari. Terus mencari arah kemana hidupku kan berputar. Kepergianmu yang sama sekali tak pernah kusangka ternyata meninggalkan lubang yang cukup dalam di hati. Lubang itu ternyata mampu menelan habis semua harapan. Lubang itu ternyata mampu menenggelamkan dan membawaku pada arus deras tak bertuan. Aku terombang-ambing di tengah peliknya gelombang yang mengamuk. Semakin kucoba berlari, ia justru semakin mengikatku. Cinta, sampai kapan kau akan terus tak acuh di seberang sana? Sampai nyawa terhapus waktu? Sampai hati ini membusuk di dasar lautan? Cinta, kau pernah membangunkanku dari mimpi-mimpi indah tentangmu. Kau pernah sadarkan aku bahwa hadirmu nyata. Kau pernah ijinkan aku sejenak mencicipi rasa bahagia. Tapi kenapa kau tinggalkan aku di saat aku masih berdahaga akan hadirmu? Kenapa kau menghilang bersama semua asaku? Kenapa kepergianmu mematahkan hidupku? Aku ingin menangis sekencang-kencangnya lalu berteriak sekuat-kuatnya. Tapi apa mungkin kau akan mengerti? Sedang kini kau berpijak di negeri antah-berantah. Aku ingin mengadu akan semua perih lalu berlari meninggalkan luka ini. Tapi kepada siapa aku harus mengadu? Sedang purnama pun tak lagi merindu senandung gelapku. Dunia sudah terlalu lelah dengan semua keluh kesahku. Semesta sudah terlalu bosan mendengar jerit tangisku. Aku pun sudah terlalu lelah. Dua tahun lamanya aku berusaha bangkit. Dua tahun lamanya aku berusaha tetap tegar dan melukis senyum palsu di hadapan mereka. Dua tahun lamanya aku menyimpan tangis yang kunjung henti dalam hati. Dua tahun lamanya pula aku tersudut, terinjak dan terlupakan. Kenapa kau lakukan semua ini padaku, Cinta? Aku bahkan tak pernah sekali pun mengucap kata setajam pedang padamu. Aku juga tak pernah berlaku sekeras karang padamu. Tapi kau pergi dan membawa jauh semua kebahagiaanku.


1 comment:

Soul said...

Saya sangat terharu membacanya :D