April 20, 2014

Menyambut Keindahan Bunga Sakura

Hanami…
Menyambut Keindahan Bunga Sakura
Siapa yang tidak mengenal bunga Sakura? Bunga yang satu ini begitu melegenda hingga ke berbagai belahan dunia. Sakura adalah bunga khas yang menjadi ikon negeri matahari terbit, Jepang. Mekarnya bunga Sakura dijadikan tanda hadirnya musim semi. Ada sebuah tradisi di Jepang dalam menyambut keindahan mekarnya bunga Sakura, tradisi unik itu disebut dengan Hanami.



Asal Usul Perayaan Hanami
Hanami berasal dari kata Hana Wo Miru yang berarti melihat bunga atau ohanami. Tradisi Jepang yang satu ini digunakan secara khusus untuk menikmati keindahan bunga, khususnya bunga Sakura. Selain itu, Hanami juga bisa diartikan sebagai piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon Sakura. Unik bukan? Pada saat perayaan Hanami, orang-orang berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan Sakura untuk bergembira bersama, minum sake juga memakan makanan khas Jepang.
Berbicara tentang sejarah Hanami, kebiasaan perayaan ini dipengaruhi oleh tradisi raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Di Jepang, para bangsawan pun mulai menikmati bunga Ume (plum). Pada abad ke-8 atau awal periode Heian, objek bunga yang dinikmati mulai bergeser dari bunga Plum ke bunga Sakura. Dikisahkan bahwa Raja Saga di era Jepang dahulu gemar menyelenggarakan pesta Hanami di taman Shinsenen di Kyoto. Para bangsawan menikmati Hanami di berbagai sudut istana dan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga Sakura yang tumbuh disana sambil tidak lupa membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini Hanami menjadi kebiasaan yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah diterima sebagai salah satu cirri khas bangsanya.





Cara Masyarakat Jepang Merayakan Hanami
Pada saat perayaan Hanami, semua orang berkumpul di bawah rindangnya pohon Sakura dengan menggelar tikar untuk makan dan minum bersama sambil bernyanyi dan menari sepanjang malam. Umumnya mereka membawa makanan yang dipersiapkan sendiri dari rumah (bento). Namun ada juga yang membeli dari penjual makanan di tempat acara Hanami berlangsung. Dalam perayaan Hanami saat ini, terjadi sedikit pergeseran. Jika orang-orang tua menari-nari dengan gaya tradisionalnya, ada kalangan muda yang berjingkrak-jingkrak dengan musik kerasnya. Suasana pun menjadi hingar-bingar.



Hanami dan Loyalitas Tradisi
Hanami yang berupa acara perayaan untuk melihat bunga khas negeri Matahari Terbit ini merupakan satu dari beberapa perayaan tahunan di Jepang yang diselenggarakan pada musim semi, tepatnya pada bulan April. Adanya tradisi ini memang cukup menarik perhatian. Memang bisa jadi bukan bunga Sakura itu sendiri yang menjadi poin penekanan perayaan Hanami, melainkan datangnya musim semi yang hangat dan bersahabat untuk melaksanakan segala aktivitas. Hanya saja, musim semi di Jepang memang identik dengan muncul dan mekarnya bunga sakura.
Perayaan semacam ini mungkin tidak bisa kita jumpai di negara-negara lain, yang menakjubkan adalah masyarakat Jepang tetap melestarikan budaya Hanami meskipun di era modern ini banyak pilihan tempat untuk bersantai bersama keluarga, misalnya dengan pergi ke tempat karaoke. Pada saat-saat mekarnya bunga Sakura, masyarakat Jepang tetap memilih berkumpul dan bersantai bersama keluarga di bawah pohon Sakura sambil menikmati keindahan bunga tersebut. Kemajuan teknologi tidak lantas menggeser tradisi sederhana ini. Mereka lebih memilih untuk berkumpul bersama bersama keluarga dan sahabat dibandingkan pergi ke tempat karaoke.
Konon, bunga Sakura hanya mekar selama tujuh sampai sepuluh hari. Musim mekarnya bunga sakura adalah pada bulan April yang juga bertepatan dengan awal masuk sekolah dan masuk kerja di Jepang, sehingga dianggap juga sebagai titik balik terbesar dalam hidup manusia. Oleh karena itu bunga Sakura juga melambangkan masa depan yang penuh sinar cerah dan harapan. Singkatnya masa bermekaran bunga Sakura tentu tidak dilewatkan begitu saja oleh masyarakat jepang. Secara umum, bunga Sakura akan mulai bermekaran secara bertahap. Mekarnya bunga dimulai dari daerah selatan yang berudara lebih hangat. Di Jepang, mekarnya Sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, kuncup bunga Sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat. Di Tokyo, Osaka dan Kyoto, bunga Sakura jenis someiyoshino mekar sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara dan berakhir di Hokkaido saat liburan Golden Week.







Lokasi perayaan Hanami
Karena Hanami berlangsung satu tahun sekali, rasanya memang sayang untuk dilewatkan. Lalu, tempat mana saja yang biasa digunakan untuk merayakan Hanami? Ada sebuah tempat khusus yang biasa dijadikan sebagai pusat perayaan Hanami yakni Osaka Castle yang terletak di kota Osaka. Tempat ini termasuk salah satu tempat favorit untuk ber-Hanami. Puri ini dikelilingi taman yang penuh dengan pohon cherry, plum dan sakura yang berbunga indah saat musim semi. Namun tidak hanya di Osaka, tempat lain yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan bunga Sakura antara lain adalah sebagai berikut.
Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Inogashira (kota Musashino), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku).
Prefektur Gifu: Kamagatani (kota Ikeda), Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara).
Prefektur Hyogo: Taman Akashi (kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya), Taman Istana Himeji (kota Himeji).
Prefektur Nara: Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama), Taman Nara (kota Nara).
Prefektur Osaka: The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo ’70 (kota Suita), Taman Istana Osaka (Osaka).

Klasifikasi Bunga Sakura
Pohon Sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam famili Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik atau aprikot, tetapi secara umum Sakura digolongkan dalam subgenus Sakura. Asal-usul kata Sakura adalah kata saku yang dalam bahasa Jepang berarti mekar lalu ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak ra. Dalam bahasa Inggris, bunga Sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. Bunganya digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota yakni bunga tunggal dengan daun mahkota selapis, bunga ganda dengan daun mahkota berlapis dan bunga semi ganda.
Setiap tahunnya pengamat Sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga Sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut Sakurazensen. Dengan menggunakan peta Sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga Sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Filosofi Bunga Sakura
Mekarnya bunga Sakura memiliki makna tersendiri yang mungkin tidak akan pernah bisa terungkapkan lewat untaian kata. Makna tersebut dapat berupa kesejukan, keheningan, kebahagiaan dan ketenangan. Sakura juga bermakna perpisahan saat bunga tersebut mulai jatuh berguguran ditiup angin.
Kecantikan bunga Sakura juga memiliki arti spiritual dan filosofis tentang kehidupan manusia. Bagi orang Jepang, bunga Sakura melambangkan kegembiraan dan kesedihan serta mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur dalam menghargai kehidupan dan kesedihan.
Sakura juga mengingatkan bahwa segalanya memiliki kebalikan. Ada sedih, ada gembira. Ada hidup, ada saatnya mati. Ada saatnya merekah dengan indahnya dan ada saatnya berguguran. Dan itulah yang bunga Sakura lakukan, mekar dengan memberikan keindahan bagi jiwa-jiwa yang berkelana.
Selain itu, bunga Sakura dianggap sebagai pembawa rejeki dan keberuntungan. Pada upacara pernikahan dan perayaan tradisional lainnya, seringkali diharuskan meminum sup bunga Sakura yang direbus dalam sebuah wadah keramik, yang maknanya menyerap keberuntungan yang terkandung di dalam bunga Sakura. Ada pula sebagian orang yang mempercayai bahwa bunga Sakura bermakna janji, layaknya bunga-bunga lain yang juga memiliki makna masing-masing.

Berikut adalah kutipan tentang bunga Sakura yang seringkali kita dengar.
“Bunga Sakura… Saat mekar tanpa pamrih, tanpa beban apapun dengan ketulusan untuk memberikan kepuasan dan kekaguman pada setiap orang untuk menikmatinya. Gugurnya bunga Sakura akan sangat disayangkan banyak orang. Hidup Sakura bak cermin keberhasilan seseorang yang apabila kita mati, orang lain akan merasa kehilangan. Sakura adalah janji yang meskipun usianya terlalu singkat tapi ia berjanji akan kembali mekar di musim semi selanjutnya. Ia akan kembali membagi keindahannya, ia akan kembali membagi keceriaan bagi siapa saja yang memandang. Sakura berjanji akan datang lagi.”


No comments: