March 10, 2014

Nyanyian Kecil Menjelang Tidurmu

Lagi dan lagi. Ini bukan yang pertama kali bagiku, duduk berdiam di sudut ruangan bersama sebatang lilin yang hampir habis karena nyalanya. Dingin dan gelap. Keduanya datang begitu menusuk jiwa-jiwa kesepian. Sejenak rasa lelah atas segala kesibukan yang memang sengaja ku cari demi melupakanmu kembali menyergap raga. Ketika tiada seorang pun yang bisa menemaniku dalam indahnya kesunyian. Ketika tiada satu peluk pun yang bisa menghangatkan tubuh lemah ini. Ketika aku berbisik pada bayanganku sendiri yang menari-nari di atas retakan dinding tua. Yang ku ingat hanyalah namamu. Yang ku rindukan hanyalah pelukmu. Yang begitu ku harapkan hanyalah kehadiranmu. Takkan pernah lelah aku menunggu, meski pun ku tahu cahaya matamu bahkan tak mungkin terlihat nyata kembali di kedua bola mataku.

No comments: