Aku Merindukan Pertemuan Juga Menyayangi Perpisahan

Gerimis bukan lagi gerimis. Angin yang bertiup mesra pun tidak lagi cukup dikatakan dingin, ia menusuk hingga ke dalam belulang. Alam beralih peran. Terik yang siang tadi membakar kulit, kini berganti dengan rintik yang membasuh jiwa-jiwa kekeringan. Saat hitam menggelayuti langit yang tampak lesu, rerintikan itu pun jatuh membelai tanah. Damai. Meskipun berisik namun aroma khas tanah yang bertemu hujan selalu dapat membawa perasaan damai bagiku.
Kali ini memang bukan musim penghujan namun tampaknya hujan begitu enggan untuk tidak bertemu tanah. Tahun kedua, lebih tepatnya memasuki tahun kedua. Aku menghela napas sejenak. Tidak terasa, aku telah melewatinya dalam waktu yang cukup lama. Tidak terkira, aku mampu menjalaninya meskipun dengan langkah yang terseok-seok. Perpisahan. Sebuah kata sederhana yang menyimpan banyak arti. Sebuah keadaan yang tidak dapat hadir dengan sendirinya tanpa terlebih dahulu menghadirkan pertemuan. Banyak orang yang menyesali sebuah perpisahan tanpa pernah berpikir bahwa perpisahan juga tidak akan datang dengan sendirinya. Ia selalu mengikuti jejak-jejak pertemuan dan bila saatnya tiba, perpisahan harus menggantikannya. 
Jangan pernah marah dengan perpisahan. Memaki perpisahan sama halnya dengan mengutuk pertemuan.
Jika setiap hari terus menunggu perjalanan hidup maka akan terasa lama untuk bertemu dengan pertemuan. Jika setiap detik selalu menghitung waktu yang telah lewat maka akan terasa berat ketika harus bertemu dengan perpisahan. Terlalu fokus dengan tujuan terkadang juga membuat kita lupa untu menikmati perjalanan.
Kamu harus terlebih dahulu mengenal sebuah hello, sebelum bertemu dengan sebuah goodbye. Kamu harus terlebih dahulu mengerti arti sebuah pertemuan, sebelum kamu memahami makna sebuah perpisahan.
Waktu terus bergulir. Dan tanpa terasa aku pun mulai bisa merelakan perpisahan yang pernah hadir di antara kita. Di titik ini kita pernah bertemu dan entah karena suatu kebetulan atau memang karena sebuah takdir, di titik ini pula akhirnya kita berpisah. Jangan menyalahkan apapun, jangan menyalahkan siapapun. Pertemuan dan perpisahan adalah dua hal yang saling melengkapi satu sama lain meskipun mereka berbeda jauh dalam kehidupan. Berterima-kasihlah pada sebuah pertemuan, karena segala hal yang kita lewati dalam hidup berasal dari sebuah pertemuan meskipun akhirnya berujung pada sebuah perpisahan.
Aku senang bisa bertemu denganmu, bisa mengenalmu lebih jauh dan bisa mempercayakanmu untuk menjaga hatiku. Maka ketika aku berpisah denganmu, aku juga harus menutupi segala perasaan sedih, amarah dan penyesalan dengan sebuah kebahagiaan.
Hidupku mungkin tidak berjalan sempurna tanpamu tapi aku yakin suatu saat nanti, pada tempat dan waktu yang tidak pernah kita ketahui, akan ada sebuah pertemuan yang datang padaku membawa seseorang yang jauh lebih baik untuk menyempurnakan hidupku. Dan itu semua terjadi karena adanya perpisahan kita.
Aku merindukan pertemuan juga menyayangi perpisahan. Selamat jalan. Selamat bertemu dengan perpisahan yang lain.

Comments