January 29, 2014

Selamat Ulang Tahun, Kenangan

Aku menatapnya dengan seksama, memperhatikan makna yang mungkin saja tersirat di balik setiap guratan itu. Secara tidak sengaja aku menemukan gambar ini, bertuliskan namamu di sisi bawah. Mereka bilang, ini hasil karya tanganmu. Benarkah? Benarkah kamu sosok pria lugu yang selalu bisa menjadi alasanku untuk tersenyum mulai mengganti kebiasaan bermain game dengan menggambar?
Aku masih memandanginya dengan lekat. Berusaha untuk terus mengagumi hasil jentikan jemari sosok yang pernah menjadi kesayanganku. Ia sedikit membuatku paham bahwa akan selalu ada maksud yang tersirat di balik sebuah gambar. Maaf, rasanya aku terlalu lancang menyimpan gambar ini tanpa sepengetahuanmu. Tapi, apa salah jika aku berusaha mengobati rasa rinduku dengan cara yang lebih elegan? Mungkin akan lebih baik jika aku hanya mengagumimu dari kejauhan agar tak ada lagi hati yang tersakiti oleh hati. Apa kamu belum juga paham karma masih terus mengintai, selalu memperhatikan setiap langkahmu dari sisi gelapnya. Lagi-lagi ucapanku terdengar begitu lancang. Ini adalah hari bahagiamu, seharusnya aku tak perlu melakukan hal konyol dengan terus bercerita tentang dongeng yang masih berlanjut dalam anganku, toh kamu juga tak akan pernah tahu ribuan bahkan jutaan frasa kata yang pernah kurangkai dengan sederhana ini.
Semua berlalu begitu cepat, ya? Jika kamu telah melupakannya dengan begitu cerdas maka aku masih mengingatnya dengan terlalu bodoh, semuanya, tentangmu. Jangan pernah mencoba bermain dengan ingatan seorang wanita karena kamu tentu tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Silahkan kamu hitung sendiri, berapa banyak putaran yang telah dilalui oleh sebuah jarum jam semenjak kepergianmu? Berapa banyak deretan tanggal yang telah berlalu semenjak pesan terakhir yang kamu kirimkan padaku? Bahkan, tahun telah mengalami dua kali pergantian, namun aku masih tetap mampu mengingat semua hal tentangmu... dengan jelas.
Kamu sangat menyukai nasi goreng juga es teh manis, kamu begitu mencintai warna ungu, kamu sangat membenci soto dan segala macam jenis sayuran, kamu sangat takut terhadap angsa. Katakan jika aku salah, tapi aku yakin semua yang masih kuingat dengan baik itu tak satu pun meleset. Kamu, kamu dan kamu. Selalu saja kamu yang menjadi sebab pertengkaran antara hati dan logikaku. Aku masih mengingat semua itu dengan baik, kan? Sudah kubilang bahwa kamu tidak akan mampu menaklukkan ingatan seorang wanita, siapapun itu.
Jadi bagaimana kabarmu saat ini? Lebih dari tiga ratus enam puluh lima hari telah berlalu dengan sangat cepat, sementara aku tak sekali pun pernah mendengar kabarmu. Bukan... bukan karena aku tidak bisa, hanya saja aku memang tidak ingin lagi. Sudah terlalu lelah rasanya terus-menerus meneteskan air mata jika dadaku terasa sesak ketika mendengar kabarmu apalagi melihatmu secara langsung yang sama sekali tidak dapat lagi tersentuh oleh jemariku. Aku memang menghindari hal itu, menghindari pertemuan denganmu, menghindari semua benda pemberianmu, menghindari tempat yang biasa kita kunjungi berdua saat masih bersama, menghindari lagu-lagu yang sering kamu nyanyikan untukku. Aku menghindarimu.
Memang rasanya terkesan begitu kekanak-kanakan, tapi ketahuilah, ada saatnya dimana kita harus menjauh dari seseorang yang begitu kita sayangi bukan karena kita tidak lagi menyayanginya namun karena kita juga harus melindungi dan menjaga hati kita sendiri agar tidak terus-menerus merasa sakit. Siapa tahu di suatu saat yang tidak pernah kita perkirakan nanti, Tuhan akan mempertemukan kita lewat sebuah peristiwa sederhana namun begitu manis.
Bersama siapa pun dan apa pun yang kamu lakukan saat ini, ketahuilah, bahwa aku sedang bercengkerama dengan Tuhan lewat untaian doa, meminta agar Dia selalu memberikan segala yang terbaik untukmu. Entah berapa banyak rangkaian kata yang telah kuucap untukmu, aku bahagia meski hanya bisa memelukmu lewat doaku, aku bahagia masih bisa merindukanmu dalam buliran air mataku. Saat ini, memang belum memasuki tanggal 30 Januari tapi bolehkan aku menjadi orang pertama dan mengucapkannya lebih awal padamu? Selamat ulang tahun yang ke 18 kenanganku. Semakin bertambah usiamu, semoga semua angan dan cita-citamu untuk menjadi seorang mahasiswa fakultas teknik yang kala itu sempat kamu ceritakan padaku lekas tercapai, ya. Aku merindukanmu.

2 comments:

Anonymous said...

begitu mengharukan.. dan kau tak akan bisa mengalahkan ingatan seorang cewe...

-serius buat saya berkaca kaca... T_T

(dimas)

debby pratiwi said...

fa... sedih beud.... aku mengerti itu dan teruntuk siapa itu...