Posts

Showing posts from January, 2014

Selamat Ulang Tahun, Kenangan

Aku menatapnya dengan seksama, memperhatikan makna yang mungkin saja tersirat di balik setiap guratan itu. Secara tidak sengaja aku menemukan gambar ini, bertuliskan namamu di sisi bawah. Mereka bilang, ini hasil karya tanganmu. Benarkah? Benarkah kamu sosok pria lugu yang selalu bisa menjadi alasanku untuk tersenyum mulai mengganti kebiasaan bermain game dengan menggambar? Aku masih memandanginya dengan lekat. Berusaha untuk terus mengagumi hasil jentikan jemari sosok yang pernah menjadi kesayanganku. Ia sedikit membuatku paham bahwa akan selalu ada maksud yang tersirat di balik sebuah gambar. Maaf, rasanya aku terlalu lancang menyimpan gambar ini tanpa sepengetahuanmu. Tapi, apa salah jika aku berusaha mengobati rasa rinduku dengan cara yang lebih elegan? Mungkin akan lebih baik jika aku hanya mengagumimu dari kejauhan agar tak ada lagi hati yang tersakiti oleh hati. Apa kamu belum juga paham karma masih terus mengintai, selalu memperhatikan setiap langkahmu dari sisi gelapnya. Lag…

Hati Yang Tersembunyi

Aku memandang langit, berharap melihat setitik mendung yang bisa membawaku pergi dari dari tempat ini. Nyatanya, cerah. Bintang-bintang saling menyapa lewat kelipannya hingga awan gelap pun sepertinya enggan mengganggu gemerlap mereka. Sayangnya, langit tak secerah hatiku yang kini begitu kelabu. Dunia nyata dan mimpiku beradu menjadi satu, merusak kinerja hati dan mengganggu otakku hingga tidak lagi dapat berpikir rasional. Aku masih dapat merasakan genggaman tangannya yang begitu hangat, namun belum cukup mampu menghangatkan jiwaku yang kini beku. Aku melepaskan genggaman itu lalu menyilangkan tangan di depan dada, berharap bisa mendapatkan kehangatan dengan caraku sendiri.
“Kamu kedinginan?” Alan mengalihkan tatapannya kepadaku. Aku mengangguk. Pria yang kini duduk di sampingku melepaskan sweater yang ia pakai lalu melingkarkannya di bahuku. Bukan ini yang kumau, ucapku dalam hati. Batinku berteriak, menangis, namun bibirku rasanya belum cukup kuat untuk mengungkapkan itu padanya. Ala…

Kenangan

Hai, kamu pria bertubuh jangkung yang selalu mengganggu pikiranku... Bagaimana kabarmu disana? Aku berharap kamu selalu dalam keadaan baik, ya. Tidak terasa waktu bergerak begitu cepat, sudah hampir dua tahun berlalu sejak pesan terakhir yang kamu kirimkan padaku sebagai salam perpisahan, iya, kamu memutuskan untuk benar-benar menghilang dari duniaku dan semua berlalu begitu saja tanpa adanya hadirku lagi. Mungkin kamu yang sekarang jauh berbeda dengan kamu yang kukenal lalu. Kamu telah tumbuh menjadi pria dewasa yang aku yakin telah mampu memilih sendiri jalanmu, bersamanya, tanpa harus ada aku lagi yang mengganggu dalam hidupmu. Dan bagaimana juga kabar kedua orang tua beserta saudara-saudara kandungmu yang kesemuanya adalah wanita? Kakak tertua, adik pertama, juga adik bungsumu yang seringkali mengundang tawaku ketika kamu mulai bercerita tentang mereka, apakah mereka masih sejenaka dulu ketika pertama kali aku mengenalnya? Sepertinya kita sudah semakin jauh dan telah lupa untuk s…