December 20, 2013

Tak Ada Lagi


            Tak ada lagi kamu. Iya, mungkin memang takkan pernah ada lagi. Takkan pernah ada lagi wajah jenakamu yang mampu menggangguku walau hanya terlihat dari depan pintu kelas sekalipun. Takkan pernah ada lagi kerlingan mata dan senyum asimetrismu yang selalu bisa membuat pipiku memerah ketika memandangmu dari kejauhan sekalipun. Takkan pernah ada lagi celotehan manjamu yang selalu bisa mengundang tawa disaat hatiku bergumam sendu. Takkan ada lagi. Semua seolah telah terkikis oleh waktu dan kini, lenyap. Kamu tahu, satu-satunya hal yang begitu aku harapkan saat ini adalah melihatmu berdiri tepat di depan pintu kelas kita dengan lambaian tangan dan senyum asimetris yang selalu berhasil menggodaku. Namun semua terasa begitu sulit. Bahkan, hanya untuk sekedar melihat bayanganmu pun pikiranku terasa begitu beku. Kamu akan selalu ada meski tanpa aku sadari. Ingatkah kamu, kita pernah berjanji untuk saling menjaga. Menjaga untuk tidak menyakiti, menjaga untuk tidak mengkhianati, menjaga untuk tidak pernah meninggalkan. Ternyata aku begitu keliru. Janji itu semu. Atau mungkin memang sama sekali tak pernah dengan benar-benar kamu ucapkan? Apakah itu hanya sebuah ilusiku saja? Apakah kebersamaan yang pernah kita jalani hanya sebuah fatamorgana yang tak pernah dapat tergapai meskipun lelah tanpa henti terus mengejarnya? Tak ada lagi kamu. Tampaknya hatiku mulai tersadar, jiwaku mulai terjaga, bahwa memang aku dan kamu takkan pernah bisa menjadi kita.


Untukmu, pria yang duduk tidak jauh di belakangku
yang seringkali kesal ketika dasinya selalu saja kupermainkan

No comments: