Aku Menulis Apa yang Kurasa

“If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 am clutching a book to her chest and weeping , make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if she characters in the book are real, because for a while, they always are. Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half baked proposal, then you’re better off alone. If you want the world and the world beyond it, date the girl who reads.”
Aku begitu kagum saat pertama kali membaca kutipan ini, apalagi kutipan ini adalah ucapan dari seorang aktor Hollywood yang begitu aku idolakan, Robert Pattinson. Ntah sejak kapan aku tertarik dalam dunia tulisan, yang aku tahu saat ini hanyalah aku sangat senang menulis apa yang aku rasakan, apa yang aku alami, apa yang aku lihat dan apa yang aku dengar. Setiap detik yang kulewati dalam hidupku rasanya terlalu berharga untuk terbuang dengan percuma bersama putaran jarum jam sehingga aku memilih menuangkannya lewat tulisan-tulisan sederhanaku ini. Aku tidak menjadikan tulisan sebagi bagian utama dalam hidupku, namun lewat tulisan aku bisa lebih mengerti makna-makna yang tersirat di balik semua peristiwa yang terjadi, lewat tulisan aku merasa lebih hidup, lewat tulisan pula aku merasa hidupku lebih berwarna. Tulisan, tentu saja berhubungan dengan membaca atau bacaan. Dua hal itu merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya telah mengalir dalam darahku, meski pun hanya menjadi karya-karya kecil sederhana, namun ada kepuasan tersendiri ketika aku mampu menghasilkan suatu tulisan yang dapat dibaca orang lain.
“Jika kamu menemukan seorang gadis yang membaca, teruslah mendekatinya. Bila kamu menemukannya pukul dua pagi menggenggam sebuah buku di dadanya dan menangis, buatkan secangkir teh dan peluklah ia. Kamu mungkin kehilangannya untuk beberapa jam namun dia akan selalu kembali kepadamu. Dia akan berbicara seolah-olah dialah karakter dalam buku itu, nyata, karena untuk sementara waktu, mereka selalu berada. Berkencanlah dengan gadis yang membaca karena kamu layak mendapatkannya. Yang layak kamu dapatkan adalah seorang gadis yang bisa memberikan bayangan kehidupan yang paling berwarna. Jika kamu hanya bisa memberikan sesuatu yang monoton, maka kamu lebih baik sendiri. Jika kamu ingin dunia dan dunia di luarnya, berkencanlah dengan gadis yang membaca.”


Comments