November 13, 2013

Pesan Terakhir Di Akhir Tahun

5 November 2012
Bagaikan kehilangan udara untuk bernapas, bagaikan kehilangan cahaya untuk dapat melihat ke depan, bagaikan besi panas yang menusuk ke dalam hati, tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Mendadak tubuh kecil ini terasa begitu lemas hingga aku hanya bisa terjatuh tanpa ada seorang pun yang tahu. Bagaimana bisa semuanya terjadi begitu cepat? Bagaimana bisa semuanya berakhir dengan menyisakan beribu bahkan berjuta tanda tanya dalam hatiku yang kini terasa begitu sesak? Lantas, pikiranku menerawang jauh ke masa lalu, mengingat semua yang telah berlalu namun masih tetap ada dalam ingatanku. Mataku terpejam, namun pikiranku masih saja berusaha mencerna apa yang baru saja kulihat. Bagaikan petir di siang bolong, lidahku bahkan terasa begitu kelu hingga tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Air mata yang tak lagi dapat ku bendung perlahan jatuh, menetes, hingga akhirnya mengalir membasahi layar telepon genggam yang telah lebih dulu jatuh dari pada tubuhku yang lemah ini. Bagaimana bisa sebuah pesan singkat yang baru saja ku baca memutuskan semua harapanku tentang hidup? Sebuah pesan singkat yang tampak begitu sederhana, namun dengan begitu mudah mampu menghancurkan sebuah hati yang sedang berusaha bangkit dari kehancuran di masa lalunya yang begitu kelam. Pikiranku masih saja menerawang masa lalu, menerawang pada masa dimana kita masih berpegang pada janji untuk selalu bersama, menerawang pada masa dimana langakah kita masih saling beriringan menapaki jalan yang terjal, tiba-tiba semuanya terhenti pada pertemuan yang begitu singkat itu. Minggu, 25 November 2012, tak pernah terlintas dalam pikiranku akan menjadi pertemuan terakhir kita, menjadi kali terakhir aku menatap sinar matamu yang begitu menenangkan, menjadi kali terakhir aku merasakan pelukanmu yang begitu hangat, menjadi kali terakhir aku mendengar suaramu yang begitu lembut, bahkan kita belum sempat saling mengucapkan selamat tinggal. 

No comments: